24.2 C
New York
06/08/2020
Aktual

Giwo Rubianto: Full Day School Harus Sesuai Kebutuhan Masyarakat

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy mengatakan wacana sekolah sehari penuh atau full day school, yang juga disebutnya sebagai kokurikuler tetap berjalan meskipun mendapat penolakan. Penerapannya terus dikaji dan teknik pelaksanaannya tengah disiapkan.

Atas wacana itu, Ketua Umum Kongres Wanita Indonesia (KOWANI), Giwo Rubianto Wiyogo, menilai kebijakan tersebut perlu dikaji secara komprehensif. Apalagi, rencana tersebut akan diberlakukan secara massif di Indonesia.

“Masyarakat Indonesia sarat dengan keberagaman sehingga perlu perspektif kebijakan pendidikan yang mengakomodasi keberagaman, bukan penyeragaman,” tandasnya, di gedung KOWANI, Jakarta, kemarin.

Menurut UU Sistem Pendidikan Nasional, Indonesia menganut mazhab otonomi sekolah. Itu berarti, berikan saja kepada institusi sekolah untuk mengembangkan model sesuai dengan kebutuhan masyarakat, bukan melaksanakan satu model. Penyeragaman model bertentangan dengan undang-undang.

“Ganti menteri tidak harus ganti kebijakan. Indonesia memang harus memiliki ‘politik pendidikan’ sebagai pilar untuk pembangunan peradaban generasi masa depan yang berkualitas,” ujarnya.

Namun demikian, lanjutnya, ‘pendidikan bukan game politik’ karena akan menciderai sistem pendidikan. Kalau ini yang terjadi, anak Indonesia hanya sebatas sebagai obyek percobaan yang tak pernah selesai.

“Kami berpandangan, bahwa fokus perbaikan sistem pendidikan bukan pada penambahan jumlah waktu di sekolah, namun fokus pada peningkatan kualitas proses pembelajaran,” tambahnya.

Giwo melanjutkan, jika semangat penambahan waktu di sekolah ada untuk pengembangan bakar, minat, dan kegiatan ekstra, sejatinya tidak harus dipaksakan dilakukan di sekolah. Kegiatan itu dapat dilakukan di mana saja sepanjang aman, tepat, dan relevan untuk tujuan pendidikan.

“Apalagi, pendekatan kontekstual dalam pendidikan dewasa ini sangat direkomendasikan agar anak memiliki pengalaan belajar yang memadai, bukan sekedar teori,” katanya.

KOWANI, katanya, sia memberikan masukan yang komprehensif dalam kerangka perbaikan sistem pendidikan nasional. (tety)

Related posts

Ajakan Gerakan Bersama Atasi Penyakit Jantung

Tety Polmasari

Most Extreme Motorcycle Races

endang suherman

‘SMESCO Rembug Kopi Nusantara’: Mengenalkan Beragam Kopi Lokal Indonesia

Tety Polmasari

Leave a Comment