ANRI Gelar Pameran Indonesian Archieves di Gedung Sarinah

Selasa, 23 Agu 2016

Tanah Abang-20160823-03045

JAKARTA (Pos Sore) – Arsip Nasional Republik Indonesia menggandeng Sarinah Departemen Store menggelar kegiatan Pameran Indonesian Archieves pada 23-31 Agustus 2016, di gedung Pusat Perbelanjaan Sarinah.

Pameran ini menampilkan khazanah arsip tekstual, foto dan audiovisual yang disimpan ANRI yang berkaitan dengan kemandirian bangsa Indonesia dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya.

Pemilihan tempat pelaksanaan pameran Indonesian Archives juga bukan tanpa alasan. Sarinah memiliki nilai historis yang tinggi. Selain lokasi Sarinah sangat strategis yang berada di pusat bisnis dan pemerintahan, Sarinah juga sebagai mall pertama di Indonesia yang diresmikan proklamator kemerdekaan RI, yang juga Presiden Pertama RI, Ir. Soekarno, pada 1967.

Karenanya, Presiden kelima RI, Megawati Soekarnoputri, yang dalam kesempatan itu hadir meresmikan pameran serasa berada di tahun 1967. Ingatannya pun kembali ke masa silam, ke masa-masa sang ayah berjuang melawan penjajah hingga memimpin negeri yang merdeka pada 17 Agustus 1945.

Megawati Soekarnoputri yang didampingi Kepala ANRI Mustari Irawan dan Duta Arsip Rieke Diah Pitaloka, juga terlihat begitu antusias mengamati satu per satu foto-foto arsip yang dipamerkan. Foto-foto yang berkisah tentang perjalanan hidup, perjalanan perjuangan, dan kenegaraan sang ayah yang akrab disapa Bung Karno itu.

Tanah Abang-20160823-03049

“Pameram Indonesian Archives bertujuan untuk lebih mengenalkan dan mendekatkan khazanah arsip yang begitu kaya akan nilai-nilai cinta tanah air, nilai-nilai kepahlawanan, kesantunan, dan kekayaan budaya bangsa Indonesia kepada masyarakat, terutama para generasi muda di negeri ini,” kata Kepala ANRI, Mustari Irawan, di sela pameran.

Terutama berbagai hal tentang kemandirian bangsa Indonesia dalam bidang politik, ekonomi, dan budaya yang terekam dalam arsip.

Menurutnya, kegiatan Indonesian Archives yang dilaksanakan bertepatan dengan peringatan bulan kemerdekaan Republik Indonesia, juga diharapkan menambah dan membangkitkan semangat nasionalisme bangsa Indonesia dengan mresapi nilai-nilai yang terkandung dalam khazanah arsip yang dipamerkan.

“Agar pameran ini lebih menarik pengunjung dari kalangan anak muda, pameran dikemas dengan cara yang lebih ‘kekinian’. Tujuannya, untuk mengenalkan dan mendekatkan arsip kepada anak-anak. Karenanya, ada pentas musik, lomba mewarnai, dan family games oleh Clevio,” tambahnya.

Family games berupa kompetisi untuk keluarga terutama anak untuk membuat aplikasi dan games. Ini merupakan gerakan internasional untuk melatih coding (pemograman komputer) sejak usia dini. Pada kompetisi ini, anak-anak membuat program atau aplikasi komputer tentang sejarah Indonesia yang bersumber dari arsip yang dipamerkan.

Di sela pameran, ada juga talkshow bertajuk ‘Batik di Negeri Kita’ dan ‘Teh di Negeri Kita’ pada 24-25 Agustus 2016. Pada kesempatan itu, dilaksanakan peluncuran Buku Naskah SUmber Arsip: Khazanah Perkebunan Teh Priangan. (tety)

Tanah Abang-20160823-03050