Pameran Indonesian Archives, Megawati Tekankan Pentingnya Arsip

Selasa, 23 Agu 2016

IMG-20160823-03044

JAKARTA (Pos Sore) – Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri mengatakan, arsip dan museum adalah bagian dari sejarah satu bangsa. Tanpa arsip maka Indonesia akan menjadi bangsa yang terbelakang.

“Dengan arsip maka kita menjadi tahu siapa sebenarnya kita ini, bangsa ini. Karena itu arsip adalah bagian dari sejarah sebuah bangsa,” katanya saat menyampaikan pidato budaya pada pembukaan pameran Indonesian Archives, di gedung Sarinah, Jakarta, Selasa (23/8).

Pameran yang diadakan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) ini berlangsung 23-31 Agustus 2016 sebagai rangkaian memperingati Hari Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-71 tahun.

Menurut Mega melalui catatan arsip yang ada maka suatu bangsa bisa belajar tentang nilai-nilai kenegaraan, nilai kebangsaan dan nilai masa lalu yang akan sangat berguna untuk pembangunan masa depan. Arsip juga sekaligus menjadi bagian dari ilmu pengetahuan yang bisa dipelajari oleh generasi kini dan yang akan datang.

Itu sebabnya, Mega memberikan apresiasi kepada ANRI yang berinisiatif memamerkan arsip-arsip perjuangan bangsa Indonesia dan tokoh-tokoh proklamatornya di Gedung Sarinah.

Megawati menambahkan, pameran ini sekaligus menjadi sumber pengetahuan dan wawasan menarik yang bisa dinikmati oleh masyarakat umum sambil berbelanja.

“Arsip adalah bagian dari bukti sejarah. Kejadian-kejadian yang terekam dalam arsip bisa menjadi bahan untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan bangsa. Tanpa arsip, kita akan tetap menjadi bangsa terbelakang, karena tidak punya bukti-bukti sejarah,” tandasnya.

Ia menambahkan, kepustakaan, kearsipan, dan museum adalah bagian dari sejarah. Kearsipan yang dimiliki Indonesia juga sangat potensial untuk menumbuhkan rasa cinta Tanah Air dan bangsa. Selain itu, kearsipan bisa membantu seseorang mencari ilmu pengetahuan. “Tanpa arsip, kita tidak bisa tahu siapa kita,” katanya lagi.

Menurut Megawati, rekaman-rekaman sejarah dalam arsip adalah sesuatu yang menyenangkan. Seseorang, bisa mengumpulkan arsip berupa catatan-catatan kecil. Kaum ibu sewaktu di awal berumah tangga, dia mencontohkan, bisa mengumpulkan kuitansi pembelian cabai dan bawang.

“Itu kalau diarsipkan jadi lebih berharga. Kita jadi lebih lantang. Kalau kita lihat catatan seperti ini, kita bisa lihat, lho harga bawang enggak pernah turun, harganya naik,” ujar Megawati.

Karena itu, dia berharap pameran ini bisa memberi kesempatan kontemplasi dari perjalanan bangsa mengingat kearsipan, kepustakaan, juga museum adalah jejak-jejak dari peradaban manusia. (tety)