ANRI Sosialisasi Arsip KAA dan GNB sebagai Memory of the World

Jumat, 26 Agu 2016

Tamansari-20160825-03054

JAKARTA (Pos Sore) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) melakukan Sosialisasi Arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) dan Penominasian Arsip Gerakan Non Blok (GNB) sebagai Memory of the World (MoW), Kamis (25/8), di gedung Arsip Nasional, Gajah Mada, Jakarta.

Hadir meresmikan kegiatan ini, Presiden ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri, yang turut dihadiri Menteri Luar Negeri Retno L Marsudi, Ketua Komis Nasional Indonesia untuk UNESCO Prof. Dr. Arief Rahman, peneliti senior dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Prof. Dr. Asvi Warman Adam, dan Dirjen Multilateral Kementerian Luar negeri, Hasan Kleib.

“Tujuan kegiatan ini untuk menggelorakan semangat dan nilai-nilai Konferensi Asia Afrika dan Gerakan Non Blok yang terkandung dalam khazanah arsip,” kata Kepala ANRI, Mustari Irawan di hadapan 200 hadirin yang berasal dari perwakilan lembaga negara, pemerintahan daerah, Kedutaan Besar negara-negara sahabat, perguruan tinggi, mahasiswa, dan masyarakat lainnya.

Mustari berharap, melalui penyelenggaraan Sosialisasi Arsip KAA dan Penominasian Arsip GNB sebagai Memorry of the World, diharapkan dapat memberikan wawasan kepada masyarakat tentang sejarah Indonesia di kancah dunia internasional periode 1945 sampai dengan 1990-an.

Selain itu, membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya khazanah arsip statis sebagai warisan budaya bangsa yang harus dilindungi dan dilestarikan secara terus menerus. Tujuan lainnya, meningkatkan kerjasama antara ANRI dengan masyarakat, lembaga negara, lembaga kearsipan di dalam dan luar negeri.

“Dan, tak kalah penting, memperluas informasi tentang strategi dan program nasional tentang penominasian arsip Gerakan Non Blik sebagai Memory of the World,” tambahnya.

Memory of the World adalah salah satu program UNESCO yang bertujuan untuk melestarikan kekayaan bangsa-bangsa di dunia dalam bnetuk warisan budaya yang terdokumentasikan (Documentary Heritage). Warisan budaya ini dinilai mengandung nilai historis yang tinggi bagi dunia.

Berkaca pada peristiwa KAA dan dampaknya beberapa puluh tahun lalu yang sangat luas bagi berbagai negara, ANRI pun mulai menggagas untuk menominasikan arsip KAA Memory of the World sejak 2012. Tepat pada 8 Oktober 2015, arsip KAA secara resmi diakui UNESCO sebagai Memory of the World.

Tidak lama sebelum pengakuan UNESCO tersebut, Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri secara nyata melalui pidato kebudayaan yang disampaikannya menyatakan dukungan penuh terhadap pengajuan arsip KAA dan GNB sebagai Memory of the World pada 26 Mei 2015.

“Selanjutnya pada tahun 2016 ini, ANRI kembali menjadi inisiator dalam pengajuan arsip GNB sebagai Memory of the World,” tambahnya.

Adapun khazanah arsip statis yang di dalamnya terdapat arsip KAA dan GNB antara lain Arsip Kabinet Presiden RI, Arsip Kabinet Perdana Menteri 1950-1959, Arsip Muhammad Yamin, Arsip LN Palar, Arsip Abdul Wahab, dan Arsip Djmal Marsudi. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015