Menteri Yohana: Tak Boleh Ada Anak yang Mendapat Kekerasan

Sabtu, 10 Sep 2016

img-20160909-wa0012

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise mengatakan tidak boleh ada satupun anak yang kita cintai mendapat diskriminasi dan kekerasan. Ini sejalan dengan tema peringatan Hari Anak Nasional ‘Akhiri Kekerasan terhadap Anak’. Karenanya, ia menegaskan seluruh anak Indonesia adalah anak kita semua.

“Apa yang menjadi hak anak tentu menjadi tugas dan kewajiban yang harus dilakukan dengan penuh tanggungjawab oleh semua pihak, baik orang tua, guru, pemerintah, media, dunia usaha serta masyarakat,” katanya saat berdialog dengan anak-anak SD dan SMP di Pendopo Rumah Dinas Bupati Kabupaten Semarang, Jumat (9/9).

Dalam dialog itu, Menteri Yohana didampingi Sekretaris Kementerian PPPA, Wahyu Hartomo, Deputi Perlindungan Perempuan, Pribudiarta Nur S, Deputi Tumbuh Kembang Anak, Lenny N. Rosalin, Bupati Kabupaten Semarang, Mundjirin ES dan pemerhati anak Seto Mulyadi.

Ia berharap, dengan tema tersebut dapat menginspirasi dan memotivasi seluruh pihak untuk lebih peduli pada pemenuhan hak dan perlindungan anak.

Beberapa hak anak yang harus dipenuhi di antaranya yaitu hak mendapatkan pengasuhan dan pendidikan yang baik dengan memperkuat kelembagaan keluarga, memperkuat lingkungan termasuk lingkungan sekolah dan masyarakat.

Selain itu, hak sipil anak dan kebebasan. Setiap anak harus memiliki akta kelahiran, memperoleh informasi yang bermanfaat dan tidak mengandung unsur kekerasan dan pornografi, mendengarkan suara anak dalam bentuk partisipasi anak baik dalam keluarga hingga perencanaan evaluasi program pembangunan terkait anak.

Anak juga berhak atas kesehatan dan kesejahteraan anak, semua anak berhak memperoleh akses pendidikan minimal jenjang SMA atau sederajat. Anak-anak pun berhak mendapatkan perlindungan dari segala bentuk kekerasan, eksploitasi dan diskriminasi.

“Dalam waktu dekat akan dikeluarkan Peraturan Presiden tentang Kabupaten/Kota Layak Anak (KLA) untuk mewujudkan suasana yang aman dan nyaman bagi anak agar mereka dapat tumbuh dan berkembang secara optimal, terpenuhinya hak hak anak serta terlindungi dari segala bentuk kekerasan, diskriminasi, penelantaran dan perlakuan salah lainnya.” Ujar Menteri Yohana

Langkah konkrit Kementerian PPPA dalam memenuhi hak dan melindungi anak di antaranya dengan mewujudkan sekolah ramah anak, seperti ruang bermain, zona selamat di sekitar sekolah, rute aman ke dan dari sekolah.

Selain itu, menginisiasi strategi gerakan Perlindungan Anak Berbasis Masyarakat (PATBM) yang diharapkan dapat mengenali, menelaah, dan mengambil inisiatif untuk memecahkan permasalahan yang dilingkungannya secara mandiri. Ini salah satu langkah untuk menyuarakan dan berpartisipasi aktif dalam gerakan Bersama Lindungi Anak (BERLIAN).

Mendukung serta menyuarakan gerakan mengantar anak ke sekolah untuk membangun komunikasi antara guru dan orangtua murid serta orang tua murid lainnya.

“Mari kita sepakat dan terus berjuang menyuarakan gerakan Bersama Lindungi Anak Menuju Indonesia Layak Anak. Selamat Hari Anak Nasional Tahun 2016. Majulah anak anak Semarang, majulah anak anak Indonesia tercinta.”

Dalam rangkaian acara hari ini Menteri Yohana juga mencanangkan Bulan Dana Palang Merah Indonesia (PMI) sekaligus mencanangkan Puskemas Bergas, Ungaran dan Getasan sebagai Puskesmas Ramah Anak.

Dalam kunjungan tersebut, Menteri Yohana juga meninjau aktivitas perempuan di Dusun Dukuh Desa Kopeng, Getasan untuk memberikan pengarahan pentingnya peran semua pihak untuk melindungi anak dari kekerasan, memenuhi seluruh hak anak, serta melibatkan perempuan dalam pembangunan. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015