24.7 C
New York
28/05/2020
Aktual

Menkop Harap ASIAN SME Conference Kuatkan Kerja Sama UKM

JAKARTA (Pos Sore) — Indonesia mendapatkan kesempatan besar sebagai tuan rumah dari acara The 4th ASIAN SME Conference 2016, yang di selenggarakan di Jakarta, pada 13-17 September 2016. Acara ini dihadiri 700 peserta termasuk 100 peserta dari 16 negara di luar Indonesia.

Menteri Koperasi dan UKM AAGN Puspayoga berharap melalui forum berkelas internasional ini bisa membangun satu komitmen kerja sama yang baik di antara negara-negara peserta untuk meningkatkan kapasitas UKM.

“Ini yang kita harapkan dari pertemuan ini sehingga pertemuan ini yang sifatnya internasional bisa memberikan dampak positif bagi UKM kita yang ada di Indonesia,” kata Puspayoga di sela-sela The 4th Asian SME Welcoming Dinner, di gedung SME Tower, Jakarta, Selasa (13/9).

Puspayoga menegaskan untuk bisa menembus pasar global, UKM harus dalam negeri harus dibekali dengan kepelatihan yang memadai. Misalnya UKM diberikan pelatihan bagaimana meningkatkan kualitas produknya dan membuat kemasan yang menarik.

“Dikasih pelatihan supaya bisa meningkatkan kualitas produknya, bagaimana bisa memberikan kualitas design produk-produk UKM kita untuk bisa bersaing di pasaran internasional. Tanpa kualitas, tanpa design, ini yang kita butuhkan kerja sama ini sehingga ekspor kita bisa meningkat,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, President of Indonesia Council for Small Business (ICSB) Hermawan Kartajaya, menambahkan The 4th ASIAN SME Conference 2016 bisa menjadi momentum untuk membawa Indonesia menjadi model pembinaan UKM se-Asia.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri, saya merasakan itu. Di ICSB ini ada 4 pilar harus kerja sama. Selain itu, ada LSM, masyarakat sipil. Kalau semua kerja sama maka UKM di Indonesia akan maju,” ucap Hermawan.

Asian SME Conference 2016 akhirnya digelar untuk keempat kalinya dan kali ini berlangsung di Jakarta. Bertajuk Small Business or Start ups – Entrepreneurship, Productivity, Creativity, acara selama lima hari ini diawali dengan kunjungan peserta ke kantor Yayasan Dharma Bhakti Astra (YDBA) dan ke kantor Martha Tilaar Group.

Dalam kunjungan ke YDBA, para peserta yang berasal dari berbagai negara seperti Singapura, Tiongkok, Malaysia, Arab Saudi, Australia hingga Kanada dan Austria ini mendengarkan dengan seksama pemaparan komprehensif dari manajemen YDBA mengenai bagaimana YDBA merangkul UMKM.

Presiden YDBA Henry C. Widjaja mengatakan YDBA merupakan satu dari sembilan yayasan di bawah Astra Group yang khusus menangani pemberdayaan usaha mikro kecil menengah (UMKM) di Indonesia. Berdiri pada 2 Mei 1980, YDBA hadir untuk memberikan pelatihan, advokasi, serta fasilitas pemasaran dan pendanaan kepada para UMKM.

“Prinisip kami adalah memberikan kail bukan ikan. Sehingga, kami tidak memberikan dana langsung kepada UMKM, melainkan membantu mereka melakukan capacity building dan akses pendanaan untuk kemajuan usahanya,” tuturnya di Museum YDBA, Jakarta. (tety)

Related posts

Isuzu Sulit Terapkan Kebijakan Konverter Kit

Tety Polmasari

Ini Kajian Ilmiah Saat AirAsia QZ8501 Lintasi Selat Karimata

Tety Polmasari

5.000 Pegawai BTN Meriahkan HUT KE 70 BTN

bambang tri

Leave a Comment