Menkop Kagumi Program Bedah Rumah Koperasi Syariah BMI

Minggu, 18 Sep 2016

img-20160918-wa0003

JAKARTA (Pos Sore) –– Menkop dan UKM Puspayoga menilai program Rumah Layak Huni (RLH) yang dikembangkan Koperasi Syariah Benteng Muda Indonesia (KS BMI) Tangerang bisa menjadi contoh bagi koperasi lain bagaimana memberikan manfaat sebesar-besarnya pada anggota koperasi.

Program yang dinilainya ide yang orisinil ini bisa menjadi inspirasi bagi koperasi lain dalam memberikan manfaat pada anggotanya. Program ini juga sejalan dengan upaya reformasi total koperasi yang dilakukan kementerian yang dipimpinnya.

“Saya semakin kagum melihat kualitas rumah layak yang dibangun koperasi ini tidak sembarangan, melainkan memenuhi standar internasional minimal yang ditetapkan UN Habitat,” kata Menkop Puspayoga, di sela penyerahan bangunan RLH kepada pasangan Untung dan Itin, anggota KS BMI, di Desa Bojong Kamal, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Minggu (18/9).

Selain membangun RLH, koperasi ini pun memberikan pinjaman kepada anggota dalam rangka memperbaiki saluran air dan sanitasi.

Di luar kegiatan usaha pokoknya, sejak Maret 2015 hingga sekarang KS BMI telah berhasil membangun 12 RLH secara gratis bagi anggotanya, baik yang terkena bencana puting beliung, kebakaran maupun memang tidak layak huni. Pembiayaannya bersumber dari sebagian provisi 1 persen yang dikenakan atas pinjaman koperasi yang diberikan.

Menkop menegaskan terkait reformasi total koperasi ini, Kemenkop dan UKM tidak membutuhkan kuantitas koperasi, namun lebih menitikberatkan pada kualitas.

“Biarlah koperasi jumlahnya sedikit, namun perbanyaklah anggota koperasi dan semakin ditingkatkan kualitasnya, contohnya ya Koperasi Syariah BMI ini yang jumlah anggotanya bisa mencapai 115 ribu orang, yang tersebar di empat Kabupaten di Banten, yaitu Tangerang, Pandegelang, Lebak dan Serang,” tuturnya.

Bupati Kab Tangerang A Zaki Iskandar sangat mendukung program bedah rumah yang dikembangkan KS BMI ini. Terlebih di kabupaten yang dipimpinnya ada sekitar 18 ribu rumah yang tidak layak huni. Sebanyak 5 ribu di antaranya dalam kondisi sangat parah.

“Karena itu, saya harapkan para camat di kab Tengrang ini bisa menjalin kerjasama dengan berbagai pihak khususnya KS BMI ini untuk membuat semacam program bedah rumah ini,” katanya.

img-20160918-wa0004

Sementara itu, Presdir KS BMI Kumarudin Batubara menegaskan, pihaknya berusaha menjalankan koperasi secara ideal dan menjadi jati dirinya koperasi, di tengah banyaknya pengusaha yang berkedok koperasi namun hanya sebagai cara menguntungkan dirinya sendiri.

“Banyak pengelolaan koperasi ke luar dari jatidirinya. Terlebih yang bergerak di usaha simpan pinjam, ruh koperasi seolah sudah lepas dari jiwa,” ujarnya.

Ia menuturkan, untuk mendeteksi koperasi model tersebut mudah saja. Coba usut siapa saja anggotanya? Karena yang mereka klaim sebagai calon anggota adalah penerima pinjaman. Sedangkan yang dimaksud anggota adalah para deposan atau penyimpan dan ada dalam nilai terntentu. Praktik koperasi yang tak ubahnya bank itu sudah sejak lama menggejala, bahkan ada koperasi model ventura, hanya menyalurkan pinjaman tanpa menerima simpanan.

Koperasi yang berdiri pada 2002 ini, awalnya adalah Lembaga Pembiayaan Pengembangan Usaha Mikro Kecil Menengah (LPP-UMKM) yang diinisiasi oleh Pemkab Tangerang. Seiring perjalanan waktu, pada 2013 berubah menjadi Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KPP-UMKM Syariah) dan selanjutya pada 2015 berubah nama jadi Koperasi Syariah Benteng Mikro Indonesia dengan badan Hukum 213/PAD/M.KUKM.2/XI/2015. (tety)