Pigeon Luncurkan Botol Susu Bermotif Batik

Kamis, 29 Sep 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Menandai perayaan Hari Batik Nasional yang diperingati setiap 2 Oktober, Pigeon meluncurkan koleksi kain batik bermotif tematik Pigeon, yaitu kain batik motif Kupu-Kupu, Bangau, Sulur dan Bunga Seruni.

Brand kebutuhan Ibu dan buah hati terkemuka asal Jepang, itu juga meluncurkan botol susu bermotif batik terbaru dengan 5 motif menarik yang memiliki filosofi inspiratif dan unik.

Setiap motif memiliki makna. Motif Gajah, misalnya, menjadi simbol ilmu pengetahuan, kekuatan dan ketangguhan. Motif Rusa sebagai simbol dari kesuksesan, daya tahan dan keanggunan. Sementara itu, motif Harimau simbol perlindungan anak-anak, kegagahan dan kekuatan.

Motif lainnya, Truntum menjadi simbol dari cinta yang tumbuh dan berkembang, sedangkan motif Kawung – berasal dari kata ‘suwung’ berarti kosong, simbol kenetralan jiwa dan pikiran serta tingkat pengendalian diri yang tinggi.

Anis Dwinastiti, General Manager Marketing Division, mengatakan, batik sebagai karya anak bangsa harus terus dijaga kelestariannya. Salah satunya dengan memperkenalkannya kepada buah hati sejak dini.

“Seperti melalui gambar batik pada botol susu Pigeon yang dapat diperkenalkan kepada buah hati saat meminum ASI serta dapat menginspirasi Ibu dari sisi desainnya yang menarik,” katanya, saat memperkenalkan koleksi bertema ‘InspirASI Karya Anak Bangsa untuk Ibu dan Buah Hati’, di Jakarta, Kamis (29/9).

Ia mengatakan, Pigeon secara serius memperlihatkan komitmen untuk melestarikan warisan batik yang telah diakui dunia sebagai warisan milik Indonesia sejak 2009. Batik sendiri telah resmi ditetapkan UNESCO sebagai ‘Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Non Bendawi’ atau ‘Masterpiece of the Oral and Intangigble Heritage of Humanity’.

“Meskipun telah dinyatakan sebagai milik Indonesia, namun bila tidak dipelihara, digunakan atau tidak digiatkan industrinya, maka bukan tak mungkin warisan ini akan luntur,” ujarnya.

Untuk itulah guna menjaga warisan batik agar tetap menjadi milik Indonesia tentunya diperlukan keseriusan, kecintaan, ketelatenan dan dedikasi tinggi dari masyarakat Indonesia untuk merawatnya serta diperlukan kegiatan pelestarian dalam wujud berbagai hal.

dukung-lestarikan-batik-pigeon-hadirkan-botol-susu-bermotif-batik-8

Kesungguhan Pigeon dalam melestarikan batik pun tak tanggung-tanggung diperlihatkan dengan mempersembahkan kain Batik dengan menggandeng entrepreneur dan pelestari batik berbakat Iwet Ramadhan.

“Batik bukan hanya kain bercorak tetapi juga merupakan penggambaran filosofi kebudayaan dan warisan budaya leluhur yang perlu dijaga,” tambahnya.

Kain Batik Motif Tematik Pigeon sendiri wujud keseriusan dan kecintaan terhadap batik yang diharapkan dapat menambah deretan desain batik yang ada di Indonesia sehingga industri batik dapat terus berkembang.

“Kami berharap keberadaan kain batik motif tematik Pigeon ini dapat memperlengkap koleksi motif Batik yang ada dan diapresiasikan oleh masyarakat Indonesia khususnya pecinta Batik,” katanya.

Iwet Ramadhan yang kembali digandeng Pigeon untuk mendesain motif khusus pada botol susu batik terbaru ini pun merasa bangga masih dipercaya untuk mendesain motif batik tersebut.

“Saya sangat mengapresiasi keinginan dan komitmen Pigeon untuk menuangkan motif batik dalam produk botol susunya. Ini bagian dari pelestarian warisan nenek moyang yang secara konsisten diperlihatkan Pigeon sejak tahun 2014,” katanya.

Sebagai seorang desainer, ia melihat Pigeon senantiasa memberikan dukungan penuh untuk pemberian ASI eksklusif dengan meluncurkan berbagai inovasi di produknya, termasuk botol susu yang didesain khusus sejak 3 tahun lalu telah memperkenalkan koleksi botol susu batiknya.

“Untuk kecintaan terhadap batik pun dibuktikan dengan mempersembahkan kain batik motif tematik Pigeon sebagai wujud nyata cinta Pigeon terhadap warisan budaya Tanah Air. Kecintaan dan dedikasi tinggi inilah yang saya tangkap dari produk-produk Pigeon yang tak salah bila telah dipercaya oleh masyarakat dunia termasuk di Indonesia,” tambahnya.

Kontribusi nyata kepedulian Pigeon pun tak berhenti sampai di sini. Pigeon pun akan menyumbangkan sebagian dari hasil penjualannya kepada anak-anak kurang beruntung melalui Yayasan Dana Bantuan Anak Sekar Mlatti Femina Group senilai Rp20 juta. Sementara untuk penjualan kain batik motif tematik Pigeon akan disumbangkan ke Yayasan Pembina Penderita Celah Bibir dan Langit-Langit (YPPCBL) di Bandung sebesar Rp30 juta. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015