23.4 C
New York
09/08/2020
Aktual

POSPENAS 2016: Keseimbangan Jasmani dan Ragawi

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Agama meluncurkan Pekan Olahraga dan Seni Antar Pondok Pesantren Tingkat Nasional (POSPENAS) VII Tahun 2016. Peluncuran hajatan nasional bertema ‘Melalui POSPENAS, Kita Wujudkan Revolusi Mental Santri untuk Mengawal NKRI’ ini ditandai dengan pelepasan balon dan merpati oleh Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyatakan, pondok pesantren adalah institusi keagamaan khas Indonesia. Kegiatan-kegiatan pengembangan seni dan olahraga sendiri bagian yang menyatu dari aktifitas pesantren.

“Melalui POSPENAS diharapkan dapat muncul bibit-bibit yang khususnya dari kalangan santri agar bisa berkontribusi dalam pengembangan bidang olahraga serta bidang seni dan kebudayaan, sehingga dapat mewujudkan keseimbangan antara kesehatan jasmani dan ragawi,” jelas menag, di Jakarta, Jumat (30/9).

Dikatakan, POSPENAS VII dengan motto ‘Santun, Sportif, Indah dan Religius’ ini langkah strategis dalam memberikan ruang bagi kalangan santri pondok pesantren untuk bersinergi, bersilaturahim dan berkompetisi membangun keunggulan terutama di bidang seni dan olahraga.

Deputi bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kememko PMK, Agus Sartono, mewakili Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK). Puan Maharani, berharap dua hal dari adanya perhelatan Pospenas 2016 ini. Pertama, meningkatkan sportifitas para atlet yang bertanding dan menumbuhkan pemahaman bahwa proses dalam bertanding jauh lebih penting daripada hasilnya. Dan, kedua, menguatkan rasa cinta budaya para atlet terhadap daerahnya.

POSPENAS sendiri dilaksanakan setiap tiga tahun sekali. Hajatan rutin Kementerian Agama bersama sejumlah kementerian yang telah menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) di bawah Kemenko PMK antara Kementerian Agama, Kementerian Pemuda dan Olahraga, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pariwisata, dan Kementerian Dalam Negeri yang tergabung dalam Panitia Kerja Tetap Nasional (Panjatapnas).

Momentum POSPENAS VII tahun 2016 bertepatan dengan peringatan Hari Santri memiliki makna tersendiri. Tahun 2016 merupakan tahun ke-2 ditetapkannya Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri yang ditandatangani Presiden Joko Widodo pada 15 Oktober 2015.

POSPENAS yang berlangsung pada 22-28 Oktober 2016 di Kota Serang, Banten, rencananya dibuka Presiden Joko Widodo. Diikuti oleh 6.000 santri dari pondok pesantren yang tersebar di seluruh Indonesia. Persyaratan peserta POSPENAS antara lain, berusia 12-18 tahun, mukim di pondok pesantren dan dinyatakan lulus verifikasi keabsahan kepesertaan.

Cabang yang dilombakan meliputi cabang olahraga dan seni seperti atletik, bola voli, bola basket, tenis meja tunggal, ganda, pencak silat, bulu tangkis, sepak takraw beregu, senam santri, dan panahan.

Sedangkan cabang seni terdiri dari seni musik islami, kaligrafi (hiasan mushaf Al-Quran), pidato 3 bahasa (Bahasa Indonesia, Arab dan Inggris), fotografi Islami, seni lukis islami, seni kriya, seni hadrah, video cerita pendek/dokumenter, seni teater, cipta baca puisi, stand up comedy, dan fesyen islami perorangan. (tety)

Related posts

RDPU Dengan Pemangku Pendidikan, Hetifah: Tak Semua Guru Melek Teknologi

Akhir Tanjung

Institut STIAMI Adakan Seminar Pajak & Bisnis STIAMI 2016

Tety Polmasari

Indonesia Siap Hadapi Future Of Work

hasyim husein

Leave a Comment