PAPDI Gelar Pekan Ilmiah Nasional 2016

Jumat, 28 Okt 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) menyelenggarakan kegiatan Pertemuan Ilmiah Nasional (PIN) pada 28-30 Oktober 2016. PIN yang digelar untuk ke-14 kalinya itu bertujuan untuk menjaga kemampuan klinis para anggotanya agar bisa meningkatkan penanganan penyakit kepada masyarakat.

“Seorang dokter spesialis penyakit dalam dalam pendidikannya mempelajari semua penyakit dari ujung kepala hingga ujung kaki manusia dewasa,” kata DR Dr Ari Fahrial Syam, Ketua PAPDI Jaya, di Jakarta, Jumat (28/10).

Karenanya, dalam setiap acara PIN, anggota PAPDI yang hadir dapat mengikuti acara ilmiah berupa sesi kuliah, simposium, dan workshop. Kali ini tema PIN yang diangkat yaitu ‘Update in Diagnostic Procedures and Treatment in Internal Medicine: Toward Evidence Based Competency’.

Diadakannya kegiatan tahunan ini karena pelayanan kesehatan untuk penyakit dalam terutama di pelosok-pelosok Indonesia sering bermasalah. Meski Indonesia memiliki 3486 dokter spesialis yang menjadi anggota Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PAPDI) yang tersebar di 36 cabang PAPDI di seluruh Indonesia, permasalahan selalu saja muncul.

“Karenanya, kami selalu membekali para dokter spesialis penyakit dalam dengan kompetensi dan pengetahuan terkini melalui Pertemuan Ilmiah Nasional,” katanya lagi.

Menurutnya, kendala yang sering ditemui para dokter spesialis penyakit dalam lebih pada terkait dengan obat-obatan serta fasilitas kesehatan di pelosok-pelosok Indonesia.

“Kendalanya obat-obat secara teori suatu penyakit tertentu bisa diatasi, tapi obat-obatan yang mendukung itu tidak tersedia di lapangan,” ungkapnya.

Selain obat-obatan, peralatan guna mendukung pengobatan juga kerap kali tidak tersedia di lapangan. Hal ini tentunya menghambat kerja para dokter spesialis penyakit dalam saat mengobati pasiennya.

“Sebagai seorang internis (dokter penyakit dalam) dengan melakukan anannesia dan diagnosis awal mungkin sudah dapat mengetahui penyakit yang diderita, tapi tetap pada kenyataannya kita butuh alat yang mendukung, seperti tersedianya USG, ya itu bisa digunakan untuk abdomen untuk liver untuk ginjal, dan untuk pemeriksa otot misalnya,” paparnya.

PIN ke-14 ini berisi mengenai hasil penelitian terbaru dan updatenya. Ada workshop yang dikuti sekitar 1.200 internis dengan menghadirkan para pembicara dari dalam dan luar negeri. Dalam workshop ini membahas soal virus zika, metode penanganan penyakit diabetes, tifod, dan lain-lain. (tety)