Konsumsi Sayur dan Buah Cegah Anak Obesitas

Senin, 31 Okt 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Setiap tahun, angka anak di Indonesia yang mengalami obesitas terus meningkat. Sayangnya, masih banyak yang beranggapan anak berbadan gemuk lucu, sehat, dan normal-normal saja.

Banyak pula yang tidak menyadari jika anak tersebut bisa saja terkena obesitas. Jika positif obesitas, dipastikan sangat membahayakan kondisi kesehatan, dan tentu saja masa depannya.

Menurut pengurus Dewan Pempinan Pusat Persatuan Ahli Gizi (Persagi) Dr Rita Ramayulis DCN MKes, anak-anak obesitas mengalami gejala yang khas. Jika diketahui sejak dini gejala tersebut akan mencegah anak-anak itu semakin terpuruk dengan obesitas.

“Gejala fisik obesitas pada anak sangat khas. Mulai dari wajah dan pipi bulat, dagu rangkap, bertubuh pendek, perut buncit, paha kanan dan kiri jika saat berjalan saling bergesek sehingga membuat bagian dalam paha menghitam,” papar anggota Tim Komite Ahli Pengendalian Obesitas Tingkat Nasional di sela press briefing Hari Obesitas sedunia 2016 di Jakarta, Senin (31/10).

Ia menambahkan, ada juga gejala berdasarkan jenis kelamin. Pada anak laki-laki, biasanya dada mereka membesar dan penis yang mengecil karena tertimbun lemak di sekitar bagian tersebut. Sedangkan pada anak perempuan biasanya mengalami menstruasi lebih dini, yaitu sekitar pada usia 9 tahun.

Karenanya, untuk menjaga agar tidak terjadi obesitas, maka pola makan sehat harus dijaga. Caranya dengan memperbanyak asupan sayur dan buah. Sayur dan buah-buahan ini kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang dapat mengatasi masalah diabetes pada anak.

“Serat pada sayur dan buah dapat menurunkan indeks glikemiks dari makanan yang dikonsumsi anak. Kalau indeks glikemik rendah maka kenaikan insulin akan perlahan dan menunda rasa lapar sehingga anak tidak ingin makan ini, itu yang bisa membuatnya obesitas,” ujarnnya.

Menurut Rita, serat bisa membuat volume makanan di lambung menjadi besar sehingga rasa kenyang tahan lebih lama. Memperbanyak konsumsi sayur dan buah yang kaya akan serat larut dalam air, tubuh akan menggunakan lemak sebagai bahan bakar pembuangan kolesterol ke luar tubuh.

“Lalu lemak akan dipakai untuk membentuk kolesterol lagi. Sehingga lemak yang masuk akan diolah lagi agar tidak menumpuk di organ atau pembuluh darah dengan bantuan serat larut air pada sayur dan buah,” jelasnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015