13 C
New York
19/04/2021
Aktual

Aksi 212, IMM Serukan Mahasiswa Muhammdiyah Ikut Bergabung

img_20161123_143038

JAKARTA (Pos Sore) – Penetapan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) ditetapkan sebagai tersangka, rupanya belum mampu meredam keresahan masyarakat. Tidak ditahannya Ahok sebagai penista agama menjadi alasan mengapa begitu banyak suara yang mendesak pemerintah untuk berlaku adil.

“Kenapa kalau kasus penistaan Alquran, semuanya langsung ditahan, sementara saudara Ahok tidak ditahan. Bahkan berkoar-koar ke mana-mana‎ menimbulkan keresahan,” kata Ketum DPP Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Taufan Petrov Korompot, di Jakarta, Rabu (23/11).

Karenanya, satu juta mahasiswa yang terwadahi dalam Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) akan bergabung dalam aksi unjuk rasa 2 Desember 2016. Aksi ini sebagai upaya menuntut aparat hukum bersikap adil dalam menangani kasus penistaan agama yang melibatkan Ahok sebagai tersangka.

Ia berpendapat, atas tindakan kepolisian yang tidak adil itulah, membuat anggota IMM seluruh Indonesia turun bersama para ulama dalam aksi‎ 2 Desember. Dia menegaskan, aksi ini bukan tindakan makar namun hak untuk menuntut keadilan.

“Negara yang berdaulat adalah negara yang taat hukum, bukan taat pada kekuasaan. Kami melihat ada hal yang sangat mengganggu masyarakat Indonesia. Kami melihat keberagaman terancam karena Ahok. Ancaman diintegrasi bangsa adalah karena Ahok. Jangan dipelintir-pelintir lagi, jangan juga menyalahkan aksi yang akan turun untuk mengawal prosesnya,” tandasnya.

Meski PP Muhammadiyah meminta agar warga Muhammadiyah tidak turun dalam aksi 212, lanjut Taufan, IMM tetap akan turun. Karenanya, dia menyerukan agar seluruh IMM untuk datang ke Jakarta dan bergabung dengan para ulama di aksi 2 Desember.

“Saya pastikan, satu juta mahasiswa Muhammadiyah yang tergabung dalam IMM akan turun aksi 212. Kalau dalam aksi 4 November hanya tiga wilayah yang turun, saya instruksikan kepada seluruh anggota IMM ‎turun aksi di Jakarta pada 2 Desember,” tegasnya.

Ketum DPP IMM periode 2014-2016 Beni Pramula, menambahkan, sejuta mahasiswa Muhammadiyah yang akan turun aksi 212 hanya 10 persen dari jumlah IMM se-Indonesia.

“Kami tidak main-main dan tidak sekadar gertakan, sejuta mahasiswa Muhammadiyah akan ikut dalam Aksi Bela Islam tiga,” tegasnya.

DPP IMM pun mendesak Presiden menginstruksikan kepada Kapolri untuk melakukan penahanan terhadap Ahok yang telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus penistaan agama agar masyarakat segera mendapatkan keadilan hukum.

“Aksi damai 212 jangan diprovokasi dengan isu membuat makar yang tidak berdasar. Kami tegaskan, IMM tidak sepakat dan tidak pernah melakukan upaya yang mengarah pada tindakan makar,” tandasnya. (tety)

Related posts

Mukernas KOWANI 2017: Perempuan Indonesia Wajib Jadi Ibu Bangsa

Tety Polmasari

ASENSI Gandeng Kemenpar Kerja Sama Promosikan Wonderful Indonesia

Tety Polmasari

Menristekdikti Tetapkan 10 Pusat Unggulan Iptek 2015

Tety Polmasari

Leave a Comment