GNRM Gelar Aksi Gerakan Indonesia Bersih di Area Kuliner Lenggang Jakarta

Minggu, 27 Nov 2016

img_20161126_184415

JAKARTA (Pos Sore) — Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) masuk ke semua lini lapisan masyarakat melalui beragai sarana dan bentuk.

Pada Sabtu (26/22) dan Minggu (27/11), misalnya, GNRM menggelar kegiatan aksi nyata Gerakan Indonesia Bersih di area Kuliner Lenggang Jakarta, kawasan IRTI Monas bertema ‘Bersih, Enak, Sehat (BEST) Sajian’.

Asisten Deputi Nilai dan Kreativitas Budaya Deputi Bidang Koordinasi Kebudayaan Iwan Eka Setiawan, berharap bentuk nyata perubahan yang terjabarkan dalam gerakan bersih dapat dipahami dan mulai dilakukan oleh masyarakat, khususnya pedagang kuliner Lenggang Jakarta yang menjadi binaan dari Dinas KUMKM dan Perdagangan DKI.

“Acara ini digelar dalam rangka mempersiapkan Jakarta dengan beragam kuliner Bersih, Enak dan Sehat untuk menyambut wisatawan,” jelasnya.

Selain itu, turut mendukung kenyamanan wisatawan atau pendatang saat Indonesia menjadi tuan rumah pada Asian Games 2018.

Terpenting lagi, menciptakan keyakinan bahwa kuliner Indonesia telah disiapkan dengan bersih dan enak yang akan membuat badan sehat.

“Aksi nyata GNRM ini merupakan kegiatan lintas sektoral. Sesuai dengan semangat Revolusi Mental untuk meningkatkan budaya gotong royong kami mencoba mengangkat pentingnya melayani, bersih dan tertib lingkungan di sekitar kita,” tambahnya.

Program ini hasil kerjasama Kemenko PMK, Provinsi DKI Jakarta, BPOM, Bank Indonesia, Asosiasi Chef Indonesia dan Asosiasi Gastronomi Indonesia untuk menciptakan SDM wirausaha makanan (PKL) yang beretos kerja dan berintegrasi tinggi dengan mengedepankan keamanan pangan.

Dia menambahkan, dalam mengimplementasikan nilai-nilai Revolusi Mental, telah ditetapkan lima gerakan aksi nyata perubahan. Yakni Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri, dan Gerakan Indonesia Bersatu.

“Keberhasilan Revolusi Mental tentunya memerlukan usaha dan dukungan bersama-sama baik dari pemerintah, parisipasi dunia usaha, dunia pendidikan, dan semua warga negara,” katanya. (tety)