IKTII – KAIT Jembatani Kemitraan Perusahaan Telekomunikasi Korea dan Indonesia

Senin, 28 Nov 2016

img_20161128_1056161

    Ketua Umum IKTII Teddy Sukardi, Executive Director Global Business Team KAIT Troy Choi, dan Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika bidang Teknologi Herry Abdul Aziz, memberikan keterangan terkait kemitraan Korea dan Indonesia yang saling menguntungkan.

JAKARTA (Pos Sore) – Perjodohan tidak hanya dilalui oleh pasangan yang tengah menapaki ke jenjang pernikahan. Perjodohan ternyata juga berlaku pada hubungan bisnis yang diharapkan berlanjut pada kemitraan.

Itulah yang dilakukan IKTII (Ikatan Konsultan Teknologi Informasi Indonesia) bersama KAIT (Korea Association for ICT Partnership) yang menjembatani jalinan kemitraan antara perusahaan Korea dengan perusahaan Indonesia.

Program ICT Partnership Indonesia-Korea ini berperan untuk menjembatani kegiatan lebih lanjut antar negara dalam membangun kemitraan baru, sehingga terciptanya kerjasama dan usaha saling menguntungkan.

“Ibaratnya ini perjodohan. Melakukan pertemuan, saling membuka diri. Ketika pertemuan ini berlanjut kepada kemitraan, itu namanya jodoh. Kami hanya menjembatani saja. Pertemuan ini hanya untuk saling menjajagi. Kalau cocok dan sesuai dengan kebutuhan, ya klik,” terang Ketua Umum IKTII Teddy Sukardi, di Jakarta, Senin (28/11)

Pertemuan tatap muka dengan operator telekomunikasi itu untuk mengidentifikasi peluang bisnis 4G LTE dan menghubungkan perusahaan dengan mitra bisnis terbaik. Perusahaan Korea mempresentasikan solusi terbaiknya kepada perusahaan Indonesia. Berapa lama kemitraan itu nantinya terjalin tergantung kebutuhan. Yang pasti win-win partnership.

Kemitraan ini, menurutnya, dapat membuka peluang, menciptakan kerjasama berkelanjutan antara perusahaan TIK Indonesia dan Korea sehingga diharapkan semakin memperkuat hubungan jangka panjang dan membangun pertumbuhan industri TIK di Indonesia.

“Terlebih telekomunikasi di masa mendatang lebih menekankan kepada penambahan nilai-nilai layanan,” ujarnya.

Staf Ahli Menteri Komunikasi dan Informatika bidang Teknologi Herry Abdul Aziz, mewakili pemerintah menyambut positif pertemuan kemitraan ini. Banyak peluang kerjasama yang bisa tercipta yang diharapkan dapat membangun kota-kota di negeri ini menjadi smart city.

“Smart city sekarang tengah tren diterapkan di beberapa pemerintahan. Nah, apakah smart city di Korea bisa juga diterapkan di sini. Kemitraan ini untuk mempertemukan peluang itu. Pemerintah hanya mengawasi. Terutama terkait aturan main dan sisi keamanan,” ujarnya.

Menurutnya, kemitraan ini memang sudah tidak bisa dipisahkan. Karenanya, diperlukan dukungan pemerintah untuk menumbuhkan iklim investasi yang menyakinkan dan menyehatkan. Terlebih revisi UU ITE sudah berlaku optimal pada Senin (28/11), yang juga mengatur kerjasama bisnis di bidang telekomunikasi.

“UU ini bukan sekedar mengatur bagaimana masyarakat berkomunikasi di dunia internet seperti di media sosial, tetapi juga mengatur bagaimana kerjasama di bidang telekomunikasi, seperti tanda tangan elektronik apakah sudah sejalan dengan UU ITE,” ujarnya.

Executive Director Global Business Team KAIT Troy Choi, menambahkan, Indonesia menjadi prioritas bagi Korea untuk menjajagi kemitraan. Selain jumlah penduduk Indonesia yang besar, juga karena tren perkembangan TIK di tanah air begitu pesat.

“Bagi Korea, kemitraan dengan Indonesia adalah yang terbaik. Jika dulu pengembangan bisnis lebih kepada produk, sekarang lebih kepada pelayanan yang memiliki nilai tambah. Dan, kemitraan menjadi penting,” ujarnya.

Troy menambahkan, Program ICT Partnership Indonesia dan Korea akan memberikan kesempatan untuk bertukar informasi secara global dengan produk ICT Korea dan global, serta peluang pasar di pasar global.

Adapun perusahaan Indonesia yang hadir dalam pertemuan ini terdiri dari beberapa kategori, seperti networking solutions, sofware, security solution, internet security, mobile technology solutions, mobile banking solution, dan mobile money transfer solution.

Sementara dari Korea, KAIT mendatangkan perusahaan besar telekomunikasi yang sudah meraih beberapa penghargaan bergengsi di bidang telekomunikasi. Selain itu, juga menghadirkan top eksekutif dan pengambil keputusan dari mobile operators dan solution vendors. (tety)

img_20161128_103359

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015