17.6 C
New York
25/10/2020
Aktual

Kemenkop Minta Induk KUD Perkuat Jaringan Pusat Sampai Daerah

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Koperasi dan KUM meminta Induk KUD (Koperasi Unit Desa) untuk memperkuat jaringan dari pusat sampai daerah dan mengupayakan partisipasi aktif dari masing-masing unit, baik di pusat (Induk KUD), di propinsi (PUSKUD) sampai di daerah (KUD).

“Jika ini tercipta, maka koperasi akan menjadi kekuatan yang patut diperhitungkan karena memiliki sumbeer daya yang signifikan dan solid,” kata Deputi Kelembagaan Kemenkop UKM, Meliadi Sembiring, dalam Rapat Anggota Tahunan (RAT) Induk KUD ke XXXVI tahun buku 2015 dan Rapat Anggota Program tahun buku 2017, di Jakarta Selasa (19/12).

Menurutnya, jika melihat kuantitas KUD yang ada yaitu sebanyak 9.437 KUD, yang menyerap 13,4 juta KK (kepala Keluarga), maka itu jumlah yang sangat signifikan dan besar.

Namun pertanyaannya, kata dia, apakah jumlah sebanyak itu aktif semua? Atau sebagian ada yang terengah-engah, bahkan tidak aktif sama sekali? Ini yang menjadi tantangan bagai Induk KUD sekarang, bagaimana bisa merevitalisasi anggotanya.

Meliadi berpandangan aset dan sumberdaya KUD yang sedemikian besar akan percuma saja bila organisasi KUD baik di pusat sampai daerah, tidak terlibat aktif dalam pembangunan koperasi. “Hirarki organisasi KUD mulai dari Induk KUD sampai ke tingkat KUD di daerah, itu sudah sangat bagus dan relevan,” ujarnya.

“Masalahnya jangan antar lembaga ini saling berebut lahan bisnis.Ibarat induk ayam dan anaknya, adalah tidak elok jika saling berebut lahan bisnis. Untuk itu hirarki organisasi ini harus dimanfaatkan, jika di bawahnya sudah tertata baik, maka semakin keatas semakin kuat. Inilah yang diharapkan dari KUD,” katanya mengingatkan.

Ia menunjuk rencana kerjasama yang dilakukan Induk KUD dengan perusahaan peternakan ayam dari Jepang maupun pembangunan pembangkit listrik mikro hidro di sejumlah KUD dengan perusahaaan China.

Jika selama ini bibit ayam masih dipasok dari luar, maka setelah kerjasama ini pusat pembibitan ayam itu harus ada di daerah-daerah dimana KUD berada, sehingga mereka bis amenghasilkan telur maupun daging ayam untuk ekspor, itulah contoh contoh praktis apa yang dimaksudkan dengan revitalisasi koperasi,” ungkapnya.

Sementara itu Ketua Umum Induk KUD Herman YL Wutun meminta pemerintah ikut campur tangan mengembalikan popularitas KUD. Saat ini jumlah KUD tidak berkembang, malah yang aktif semakin sedikit. Herman menyebut pada saat Orde Baru, jumlah KUD mencapai 9 ribu unit dengan anggota sebanyak 13,4 juta kepala keluarga.

Namun, saat ini dia memperkirakan jumlah KUD yang aktif tidak sampai 50% dari jumlah yang ada sejak jaman Orde Baru tersebut.

“Mungkin tinggal 30% dari 9 ribu KUD yang aktif. Tapi, fasilitas semua masih lengkap, gudang masih ada. Kami mau pemerintah mengembalikan peran KUD,” cetus Herman.

Ia menegaskan KUD saat ini masih sangat dibutuhkan oleh masyarakat di perdesaan, terutama bagi para petani dan nelayan. KUD dahulu kala dibangun untuk menyalurkan pupuk bersubsidi dan pengadaan pangan bagi masyarakat miskin.

Apalagi, pemerintah tengah mendorong program swasembada pangan. Dia pesimistis program tersebut bisa tercapai bila petani tidak diberdayakan yang salah satu caranya melalui peran KUD. “Pemerintah harus sadar kalau koperasi itu badan usaha rakyat kecil.” (tety)

Related posts

3 ‘Kartu Sakti’ Tahap Kedua Diluncurkan Akhir April 2015

Tety Polmasari

MyRepublic Connected Business Solusi Jaringan Nirkabel Tanpa Ribet

Tety Polmasari

Seskemenko PMK Lepas Tim Ekspedisi Bhakti PMK 2016

Tety Polmasari

Leave a Comment