Percepatan Pelaksanaan KSP Terkendala Anggaran dan SDM

Rabu, 21 Des 2016

JAKARTA (Pos Sore) – Kepala Badan Informasi Geospasial (BIG) Hasanuddin Zainal Abidin menegaskan, pelaksanaan Kebijakan Satu Peta (KSP) pada tingkat ketelitian peta skala 1:50.000 hingga Desember 2016 sudah selesai 100 persen.

Kebijakan KSP ini tertuang dalam Peraturan Presiden No. 9 tahun 2016 tentang Percepatan Pelaksanaan KSP yang ditandangani Presiden Joko Widodo pada 1 Februari 2016.

“Percepatan pelaksanaan KSP ini bertujuan untuk terpenuhinya satu peta yang mengacu pada satu referensi geospasial, satu standar, satu basis data, dan satu geoportal guna percepatan pelaksanaan pembangunan nasional,” katanya usai membuka Rapat Koordinasi Teknis Informasi Geospasial Tematik Tahap III, di Jakarta, Rabu (21/12).

Meski peta rupa bumi sudah tercover 100 persen, Hasanuddin mengakui peta tersebut belum homogen. Menurutnya, dalam perencanaan pembangunan dibutuhkan peta rupa bumi keluaran tahun terbaru. Karenanya, peta dasar 2016 dan peta tematik 2016 diintegrasikan untuk perencanaan pembangunan.

“Karena ternyata peta-peta tematik yang dimiliki kementerian dan lembaga juga bukan produk tahun terbaru. Problemnya di situ. Oleh sebab itu, peta tematik dan peta dasar harus disinkronkan. Hanya saja ini bukan pekerjaan mudah karena SDM dan anggaran yang terbatas sementara Indonesia adalah negara yang luas. Untuk membuat p” katanya.

Sinkronisasi ditekankan pada pemanfaatan IGT untuk berbagai analisis spasial termasuk di dalamnya memberi kepastian terhadap lokasi investasi, percepatan penyelesaian tata ruang dan berbagai kepentingan strategis lainnya.

Sebagaimana diketahui, kegiatan Percepatan Pelaksanaan KSP pada skala 1:50.000 ini melibatkan 19 K/L dengan target rencana aksi kompilasi, integrasi dan sinkroinisasi peta tematik sejumlah 85 peta yang akan diselesaikan dalam periode 2016-2019. Arahan Presiden pada 2016 diselesaikan Peta Kalimantan dengan 78 Peta Tematik.

“Adapun capaian pelaksanaan program ini sampai dengan Desember 2016 untuk target wilayah Kalimantan adalah sebanyak 54 peta telah terintegrasi dan 15 peta masih dalam perbaikan, 1 peta tidak akan dilakukan perbaikan, sedangkan 8 peta lainnya tidak tersedia,” tambah Kepala Pusat Pemetaan dan Integrasi Tematik Badan Informasi Geospasial, Kien Rosalina.

Sementara untuk target wilayah sesuai dengan Perpers No. 9 tahun 2016, dari 85 peta tematik yang telah terintegrasi sebanyak 77 telah terkompilasi, 48 terintegrasi, 28 peta dalam proses perbaikan, dan lainnya tidak tersedia atau belum diperbaiki.

Secara umum, pelaksanaan kegiatan ini terkendala pada keterbatasan sumberdaya manusia bidang IG, di samping anggaran yang sebelumnya belum terencana di tiap K/L.

“Ke depan, diharapkan kegiatan percepatan pelaksanaan KSP ini dapat berjalan dengan lebih baik didukung dengan koordinasi dan kerjasama antarlembaga yang lebih baik, serta sumberdaya manusia dan anggaran yang memadai,” harapnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015