Hari Ibu ke-88

Presiden: Indonesia Butuh Peran Ibu Tanamkan Nilai Kebhinnekaan di Jiwa Anak

Kamis, 22 Des 2016

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Joko Widodo memuji peran ibu-ibu saat ini, yang seringkali tidak terbatas hanya di rumah saja. Namun, sudah banyak yang turut bekerja dan menjalankan usaha. Hebatnya para ibu tidak hanya berhasil di kantor atau di bisnis, tapi urusan rumah tangga juga tetap beres.

Karena itu, Presiden mengingatkan agar jangan pernah meremehkan kehebatan, kemampuan dan kehandalan para ibu, karena ketika mereka benar-benar turun tangan, bisa selesai semua masalah.

“Ibaratnya, Gatotkaca kalah hebat oleh ibu-ibu sekarang,” kata Presiden Jokowi saat memberikan sambutan pada peringatan Hari Ibu ke-88, di halaman Masjid Raya Al Bantani, Kota Serang, Banten, Kamis (22/12).

Presiden menunjuk contoh Indonesia yang memiliki menteri perempuan terbanyak di dunia yaitu sebanyak sembilan orang. Menurut Presiden, dirinya memilih menteri perempuan karena jeli, teliti, tahan uji, dan tidak pernah mengeluh.

Selain memiliki menteri perempuan terbanyak di dunia, menurut Presiden Jokowi, Indonesia juga memiliki bupati-wakil bupati dan wali kota-wakil wali kota sebanyak 77 perempuan.

Dari jumlah tersebut, Banten punya 4 bupati/wali kota perempuan dari total 8 bupati/wali kota, antara lain Bupati Lebak, Bupati Pandeglang, Bupati Serang, dan Wali Kota Tangerang Selatan.

“Jadi, Peringatan Hari Ibu diadakan di Banten ini tidak keliru,” ujarnya.

Presiden Jokowi yang didampingi Ibu Negara Iriana Jokowi Widodo mengemukakan, pada era persaingan global yang semakin sengit dan perkembangan teknologi yang sangat pesat, peran ibu dalam membimbing generasi masa depan menjadi semakin penting. Karena 80% penduduk Indonesia terdiri dari perempuan dan anak-anak.

“Ini modal kebangsaan kita untuk menjadi negara maju. Untuk itu, Indonesia membutuhkan para ibu untuk menjaga integritas keluarga, menanamkan etika, sopan santun, kejujuran, bekerja keras, semangat inovasi, gigih bersaing di jiwa setiap anak Indonesia sejak dini,” ujar Presiden.

Indonesia, lanjut Presiden, membutuhkan para ibu untuk makin melek teknologi supaya bisa membimbing anak-anaknya agar produktif menggunakan teknologi, dan tidak ikut-ikutan menyebarkan fitnah, celaan, dan cacian di media sosial.

“Indonesia butuh kaum perempuan dan para ibu untuk menanamkan benih kuat nilai-nilai Bhinneka Tunggal Ika, nilai-nilai toleransi, nilai-nilai persatuan bangsa di pikiran, di hati, dan di jiwa anak-anak Indonesia,” tutur Presiden.

Presiden meminta, jangan ada lagi diskriminasi gender terhadap perempuan. Jangan lagi kaum ibu dihalang-halangi untuk berkarya dan berkembang bila ingin Indonesia mencapai potensi maksimalnya.

“Saya ucapkan Selamat Hari Ibu kepada para ibu di seluruh Indonesia. Teruslah membimbing kami, anak-anakmu. Teruslah menjadi ibu yang hebat, agar Indonesia semakin hebat,” pungkas Presiden Jokowi.

Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Yohana Yembise, Menteri Dalam Negeri Tjahjo Kumolo, dan Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup Siti Nurbaya. (tyas)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015