15 C
New York
26/05/2020
Aktual

Kementerian Pertanian Perketat Penyaluran Pupuk Bersubsidi

BOGOR (Pos Sore) — Meski sistem pendistribusian pupuk bersubsidi sudah berjalan baik, namun Menteri Pertanian Amran Sulaiman menegaskan, pihaknya tetap akan memperketat pengawasan penyaluran pupuk bersubsidi ke tiap daerah.

Menurut mentan, distribusi pupuk subsidi masih rentan untuk diselewengkan. Karena itu, pengawasannya yang harus lebih diperketat, supaya tidak terjadi kelangkaan pupuk karena ada pihak-pihak tertentu yang bermain.

“Salah satu penyebab terjadinya kelangkaan pupuk karena adanya permainan dari para mafia pupuk,” papar mentan usai membuka Workshop Komunikasi Publik bertajuk ‘Penderasan Komunikasi Publik’, di IPB Convention Center, Botani Square, Bogor, Selasa (31/1).

Mentan menyebutkan, dari salah satu lokasi yang dijadikan sebagai tempat pengoplosan pupuk, keuntungan per harinya bisa mencapai Rp500 juta.

“Jadi, di sana itu ada gudang besar. Punya peralatan yang lengkap juga. Dia oplos pupuknya, terus ganti karung,” ungkapnya.

Ia menambahkan, selama dua tahun ini, pihaknya sudah menangkap 40 orang ‘mafia pupuk’ yang terlibat dalam permainan penyaluran pupuk bersubsidi. Pada tahun lalu yang ditangkap jauh berkurang menjadi satu orang.

Dia mengatakan, Kementan sudah melakukan kerja sama dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), kepolisian, serta kejaksaan, untuk memberantas oknum atau mafia pupuk. “Kalau masih ada yang coba-coba main, pasti aparat hukum akan tindak tegas,” tandasnya.

Pada tahun ini, katanya, pihaknya mengalokasikan pupuk subsidi sebesar 9,5 juta ton dengan anggaran mencapai Rp30 triliun. Jumlah itu tidak jauh berbeda jika dibandingkan dengan tahun lalu. (tety)

Related posts

Kemenkop UKM Dukung Penguatan Pusat Informasi UKM Nasional

Tety Polmasari

Rambe Kamarulzaman: Calon Tunggal, Pilkada Ditunda

Tety Polmasari

Kemeriahan Perayaan Hari Batik Nasional di Thamrin City

Tety Polmasari

Leave a Comment