15 C
New York
26/05/2020
Aktual

Mentan Ajak Media Bangun Semangat Positif dengan Pemberitaan Edukatif

BOGOR (Pos Sore) — Menteri Pertanian Amran Sulaiman membuka Workshop Komunikasi Publik bertema ‘Penderasan Komunikasi Publik’ di IPB Convention Center, Botani Square, Bogor, Selasa (31/1).

Dalam pengarahannya, mentan meminta seluruh jajaran pranata humas di Kementerian Pertanian untuk lebih aktif memberikan pemberitaan yang baik. Mentan juga mengajak media untuk membangun semangat positif di masyarakat lewat pemberitaan yang edukatif.

“Ini sebagai upaya meminimalisir adanya pemberitaan negatif. Kalau kita lebih aktif memberikan pemberitaan mengenai apa yang kita kerjakan itu dapat mengurangi pemberitaan yang negatif dan lebih memberikan informasi yang tepat dan terpercaya kepada para masyarakat,” tegas Amran.

Mentan menandaskan, ada banyak berita menarik di Kementerian Pertanian, tetapi tidak pernah diberitakan. Berita harga cabai naik lebih seksi dari pada berita membangun negeri.

“Ada banyak berita di Kementerian Pertanian yang tidak pernah diberitakan oleh media yang dapat membangun semangat positif di masyarakat,” ujarnya dengan melepas senyum.

Presiden, lanjut mentan, sampai menegur dirinya karena Kementerian Pertanian dinilai kurang optimal pemberitaannya. Padahal, sesuai arahan Presiden usai rapat kabinet pertama, menteri tidak cukup hanya kerja, tetapi juga harus diberitakan.

“Presiden sampai gemas, dan menyampaikan kepada saya, ada banyak berita yang dapat disiarkan dari kementerian pertanian ini,” ungkap Amran.

Ia memaparkan Kementerian Pertanian telah melakukan langkah-langkah besar dalam memperbaiki sistem birokrasi dan membangun semangat positif, namun jarang disiarkan oleh media. Sebut saja keberadaan Sagtas KPK yang berkantor di Kementerian Pertanian.

“Belum pernah ada selama ini, ada Satgas KPK di kementerian, baru ada di Kejaksaan dan Kepolisian,” katanya.

Keberadaan Satgas KPK ini, lanjutnya, membantu pengawasan di Kementerian Pertanian, sehingga tidak ada aparat yang berani coba-coba bermain dengan uang rakyat dan persoalan pangan.

Mentan juga mengevaluasi sejumlah pemberitaan kementerian pertanian yang banyak beredar, seperti harga cabai, daging sapi, dan antrax. Informasi tersebut langsung disikapi dan menurunkan Dirjen untuk melakukan pengecekan di lapangan serta melakukan pencegahan.

“Ada yang lapor kantong sapi kosong, selama tiga minggu jadi viral di media. Tapi begitu terisi, tidak pernah diberitakan. Katanya ‘bad news is good news’,” kata Amran tertawa.

Kepala Biro Humas dan Komunikasi Publik, Kementerian Pertanian, Agung Hendriadi, mengatakan, harapan mentan tersebut agar masyarakat tidak hanya tahu pemberitaan negatif saja tapi juga positifnya. Dengan demikian, pemberitaan yang diterima masyarakat seimbang.

Hadir dalam workshop ini seluruh pranata kehumasan di ruang lingkup Kementerian Pertanian, Sekretaris Badan dan Sekretaris Direktorat Jenderal.

“Sesitjen, Sesdit, Sesba menjadi kepala penggerak dalam menyebarluaskan informasi ke masyarakat agar masyarakat lebih mendapatkan informasi-informasi yang terbaru. Untuk itu seluruh pranata humas juga dianjurkan agar ke depannya lebih aktif dan komunikatif dalam sistem penyebaran berita di ruang lingkup Kementerian Pertanian,” tambahnya.

Agung juga menjelaskan sesuai dengan arahan Menteri Pertanian dalam Rapat Koordinasi di Bekasi diputuskan masing-masing eselon satu agar lebih aktif dalam memberikan pemberitaan informasi ke masyarakat.

“Semakin banyak kita memberikan informasi akan semakin berkurang orang yang berfikiran negatif, bukannya kita propaganda tapi ingin membenarkan fakta,” kata Agung. (tety)

Related posts

23 Gardu PLN di Jakarta Masih Dipadamkan

Tety Polmasari

Qodari: ARB Masih Menjadi Penentu Kemenangan Ketum Golkar

Tety Polmasari

Gubernur Gatot Tidak Hadir, Junimart Girsang Minta Maaf

Tety Polmasari

Leave a Comment