Nilai Keindonesian Penting untuk Perkokoh Pondasi Pembangunan Nasional

Minggu, 12 Feb 2017
foto istimewa

2017-02-12_20-25-48

JAKARTA (Pos Sore) – Yayasan Suluh Nuswantara Bakti (YSNB) meluncurkan buku Nilai Keindonesiaan. Buku ini berisi catatan hasil diskusi yang diselenggarakan oleh YSNB selama 1,5 tahun.

“Buku Nilai Keindonesiaan ini memuat nilai-nilai budaya bangsa Indonesia yang diharapkan berharga bagi pembangunan institusi dalam berbangsa dan bernegara,” kata Ketua Pengurus YSNB Iman Sunaryo dalam bedah buku tersebut, di Jakarta Convention Center (JCC), Sabtu (11/2).

Dikatakan, YSNB mempersembahkan buku tersebut bagi anak bangsa, pemangku kepentingan dalam pembangunan manusia Indonesia, khususnya lembaga-lembaga yang berkepentingan melakukan kajian dan penerapan nilai-nilai keindonesiaan.

“Buah pikir dari disiplin ilmu pengetahuan dan teknologi menghasilkan nilai yang diperlukan dalam membangun budaya bangsa,” lanjutnya.

Pengamat Pendidikan Prof. Komarudin Hidayat yang menjadi narasumber bedah buku, mengibaratkan budaya seperti pohon, butuh tanah atau wilayah untuk bisa tumbuh. Pohon ini butuh majikan yang menjaga dan merawatnya.

“Apabila penduduk tidak peduli akan pohon budaya, maka dia akan mencari majikan lain yang dapat menumbuhkannya,” ujarnya.

Karenanya, kata dia, kalau kita ingin membangun bangsa Indonesia, maka kita memiliki proyek membangun budaya Indonesia.

Menurutnya, kehadiran buku ini perlu diapresiasi sebagai upaya mengingatkan bangsa, bahwa negara akan hancur jika kita mengabaikan nilai-nilai keindonesiaan.

“Buku Nilai Keindonesiaan yang memuat nilai-nilai budaya bangsa Indonesia ini diharapkan berharga bagi pembangunan manusia Indonesia,” tambahnya.

Pembina Yayasan Suluh Nuswantara Bakti, Pontjo Sutowo, menambahkan, buku ini diterbitkan karena saat ini masyarakat kita mengalami banyak perubahan seiring dengan masuknya nilai-nilai global ke semua aspek kehidupan.

Dampaknya, kata dia, nilai-nilai lokal yang sarat dengan muatan kebajikan semakin cepat termarjinalkan. Tergerusnya budaya bangsa harus diantisipasi dengan penguatan nilai budaya bangsa atau disebut Nilai Keindonesiaan.

“Perumusan dan penanaman Nilai Keindonesia kepada seluruh rakyat Indonesia adalah satu keniscayaan,” tegasnya.

Menurutnya, ketika bangsa Indonesia secara bulat mempertahankan Pancasila sebagai dasar negara dan falsafah hidup bangsa Indonesia, maka Nilai Keindonesiaan berperan sebagai perisai, pelindung Pancasila.

Pontjo menambahkan, Nilai Keindonesiam juga berperan menyerap nilai positif dan merema nilai negatif dari modernisasi akibat kemajuan jaman.

“Nilai Keindonesiaan penting untuk memperkokoh pondasi pembangunan nasional. Karenanya, saya berharap buku ini dapat mengantarkan kita ke cakrawala baru,” ujarnya. (tety)