PT Belum Mampu Siapkan Tenaga Kerja Berpotensi

Jumat, 31 Mar 2017

JAKARTA (Pos Sore) -– Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) M Hanif Dhakiri mengatakan Perguruan Tinggi memegang peranan dan strategis dalam penyiapan mahasiswanya memasuki pasar kerja.

Sebab kompetensi dan daya saing ibarat dua sisi mata uang yang harus mutlak diperlukan dan dimiliki oleh setiap tenaga kerja. Disitulah peranan perguriuan tinggi dituntut.

Di era Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), kompetensi merupakan syarat mutlak untuk dapat bersaing di semua level tingkatan, baik nasional maupun internasional.

Perguruan Tinggi (PT) sebagai lembaga pendidikan harus mampu menyesuaikan sistem pendidikan agar selaras dengan tuntutan dunia kerja, sehingga link and match.

SSebagai negara yang surplus tenaga kerja, kondisi pasar kerja kita saat ini sangat diwarnai tenaga kerja yang berpendidikan rendah, yaitu sebesar 49,97 juta orang, dan didominasi tenaga kerja yang bekerja di lapangan kerja sektor informal sebesar 68,20 juta orang. (sumber : Badan Pusar Statistik (BPS) Periode Agustus 2016)

Tidak dapat dipungkiri bahwa institusi pendidikan mulai dari tingkat dasar, menengah dan tinggi merupakan sisi supplay penghasil tenaga kerja, yang selanjutnya akan memasuki pasar kerja.

Berdasarkan data dari Kemenristekdikti, per 1 Maret 2017 jumlah perguruan tinggi umum diseluruh Indonesia sebanyak 3.253 dan perguruan tinggi agama sebanyak 1.065.

Tingginya jumlah perguruan tinggi tersebut tidak diimbangi dengan lulusan yang siap masuk ke pasar kerja karena tidak  didukung dengan kompetensi yang memadai.

Kondisi ini mengisyaratkan bahwa pendidikan tinggi belum merupakan jaminan tersalurnya tenaga kerja di pasar kerja baik diakibatkan karena adanya gap kompetensi maupun ketidaksesuaian dengan kebutuhan pasar kerja.

Untuk itu setiap perguruan tinggi perlu melakukan pembenahan terhadap program studi dan kurikulum untuk menghasilkan lulusan yang memiliki daya saing dan kemampuan atau kompetensi, apalagi dalam menghadapi kompetisi di era global. (hasyim)