Tahanan Lapas Kendalikan Jaringan

72 Jaringan Narkoba Dikendalikan Dari Dalam

Sabtu, 1 Apr 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN), Budi Waseso mengakui, sebagian besar Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Indonesia menjadi pusat kendali peredaran narkoba di tanah air.

Lapas telah dijadikan pusat kendali peredaran gelap narkoba. Sejauh ini, BNN berhasil mengungkap 72 jaringan, sebagian besar dikendalikan narapidana dari dalam lapas. katanya pada bincang Coffee Morning membahas Solusi Nasional dengan tema ‘Indonesia Darurat Narkoba’ di Gedung DPR RI, Senayan, Jakarta, Jumat (31/3),

Ancamannya, kata Budi, sangat luar biasa. Masa depan generasi muda jadi taruhan. Komjen Polisi Budi Waseso berharap tanggung jawab ini tidak hanya dibebankan ke pundak instanstinya dan aparat penegak hukum seperti TNI, Polri dan Kejaksaan tetapi menjadi tanggung jawab seluruh kalangan untuk bahu membahu memberantas peredaran narkoba di Indonesia.

Budi Waseso mengatakan ada 11 negara yang mendistribusikan narkoba ke Indonesia. Ke-11 negara itu memasok narkoba lewat dua negara transit, yaitu Malaysia dan Singapura.

Komjen Polisi ini mengeluhkan masalah koordinasi dengan dua negara tersebut untuk memutus peredaran narkoba ini. Menurutnya, kendalanya adalah masalah dasar hukum di Malaysia dan Singapura yang menyatakan jaringan pemasok narkotika ke Indonesia tidak bisa ditindak selama tidak melakukan kejahatan di negara tersebut.

Dari dua negara tersebut, narkoba ini masuk lewat pulau dan pelabuhan-pelabuhan kecil. Sementara di satu sisi pengawasan untuk masalah ini masih lemah. “Secara geografis kita lemah. Karena banyak pulau dan banyak pelabuhan tikus. Mereka masuk dari berbagai penjuru.” katanya.

Ada 11 negara yang mendistribusikan narkoba ke Indonesia. Ke-11 negara itu memasok narkoba lewat dua negara transit, yaitu Malaysia dan Singapura.

Sementara itu mantan anggota DPR, Dedi Gumelar alias Mi’ing mengisyaratkan pentingnya pemberantasan narkoba sampai ke akar-akarnya.

miing

Usai menjadi moxerator pada acara bincang itu, ┬áMi’ing kepada wartawan berujar, ada tiga hal krusial yang sedang mengancam sendi keutuhan NKRI sekarang ini. Pertama adalah korupsi. Kedua, terorisme, dan yang terakhir adalah narkoba.

Ibarat sebuah pohon, katanya, korupsi mencegah bertumbuhnya buah-buahan, terorisme menebang batangnya. Akan tetapi, narkoba bagaikan rayap yang menggerogoti akar senbuah pohon (negara Reoublik Indonesia – Red) sehingga tak bisa bertumbuh jadi batang dan daun yang rimbun apalagi berbuah. (hasyim)