Siloam Hospitals​ Group Bagikan Buku Kreatif bagi Pasien Rawat Inap

Senin, 17 Apr 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Manajemen Siloam Hospitals Simatupang, Jakarta Selatan, membagikan buku kreatif kepada pasien rawat inap di hari libur keagamaan (Paskah). Dengan buku ini diharapkan dapat menghilangkan rasa stres saat berada di rumah sakit.

Terobosan ini dilakukan Siloam Group melalui Customer Centric Initiatives sejak tahun lalu. Tujuannya, kata drg Tina Esadiarti MARS, Corporate & Insurance Account Manager Siloam Hospitals Simatupang,  untuk menghilangkan rasa jenuh pasien saat dirawat inap.

“Karena ternyata dengan buku kreatif dapat menggairahkan dan memancing rasa gembira pasien sehingga memotivasi pasien untuk segera sembuh,” jelasnya di sela pembagian buku kreatif, Minggu (16/4).

Kehadiran buku aktivitas tersebut, tambahnya, sekaligus melatih pasien untuk menggerakkan anggota tubuh dan melatih otak, melatih tangan dan mata. Jadi tubuh tidak hanya terbaring di ranjang rumah sakit, anggota tubuh lainnya pun bergerak.

Meski bertepatan dengan Hari Paskah, buku berupa semacam seni menggunting ini dibagikan ke semua pasien rawat inap tanpa memandang agama, usia, dan gender. Kecuali pasien yang dirawat di ruang ICU. Pembagian buku ini pun dibagikan serentak di seluruh Siloam Hospitals Group.

Selain melalui buku kreatif, menurut drg Tina, penting bagi semua petugas medis baik dokter jaga maupun perawat  melayani dengan lebih baik dan ramah.

Kejenuhan pasien acapkali membuat mereka mudah tersinggung, mudah marah bahkan cengeng. Dan itu harus dipahami oleh semua tenaga medis.

“Buku aktivitas ini hanya sebagian kecil dari solusi untuk mengatasi kejenuhan pasien. Tetapi yang terpenting tentu adalah sikap ramah petugas yang menangani,” tuturnya.

Seorang pasien rawat inap di lantai 16 Siloam Hospital Simatupang Tri Dome Girsang mengaku terhibur dengan pemberian buku aktivitas pasien. Buku tersebut setidaknya bisa membunuh rasa bosan selama menjalani perawatan.

“Dari pagi, siang, sore, malam dan ketemu pagi tidur terus. Pasti bosan,” kata pasien asal Ende, NTT, itu dengan keluhan hipertyroid tersebut.

Meski tangan kanannya harus terpasang selang infus, tetapi dengan bantuan keluarga yang menunggu, ia bisa memanfaatkan buku aktivitas yang diberikan menejemen rumah sakit. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015