ANRI Gelar Pameran Arsip KAA di Museum Kebangkitan Nasional

Selasa, 18 Apr 2017

JAKARTA (Pos Sore) – Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) kembali menggelar Pameran Arsip Konferensi Asia Afrika (KAA) di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta, pada 18 – 24 April 2017.

Kepala ANRI Mustari Irawan, mengatakan, pameran hasil kerjasama dengan Museum Kebangkitan Nasional ini dalam rangka ulangtahun ke-62 Konferensi Asia Afrika (KAA). Tercatat ada 1.778 lembar arsip, 37 berkas, 565 foto dan 7 film yang bisa disaksikan oleh masyarakat luas.

IMG_20170418_163415

“Ribuan arsip tersebut adalah catatan bersejarah bagaimana Konferensi Asia Afrika yang pertama kali digelar yang kemudian melahirkan Dasa Sila Bandung,” jelas Kepala ANRI Mustari Irawan saat membuka pameran KAA di Museum Kebangkitan Nasional, Jakarta Pusat, Selasa (18/4).

Menurut Mustari, KAA adalah cikal bakal gerakan non blok. Sejumlah negara yang terlibat dalam KAA saat itu memiliki persoalan dalam negeri terutama terkait kemerdekaan dan kedaulatan bangsa.

Dengan KAA, maka negara-negara peserta sepakat memperjuangkan kemerdekaan, kebebasan dan kerjasama.

“KAA juga sekaligus membuka mata dunia tentang arti keberagaman di Indonesia. Dengan jumlah suku, bahasa dan agama yang beragam Indonesia berhasil menyatu dalam semboyan Bhinneka Tunggal Ika,” lanjut Irawan.

Menurutnya, KAA menjadikan Indonesia negara yang diperhitungkan dunia karena di usia ke-10 masa kemerdekaan, Indonesia mampu menyelenggarakan KAA.

Arsip-arsip KAA yang menjadi khasanah arsip ANRI saat ini telah diakui oleh UNESCO sebagai memori of World, dan resmi menjadi salah satu warisan dunia.

IMG_20170418_160824

Sementara itu, Abdul Madjid Kepala Arsip Aljazair, mengatakan, menyaksikan dokumen KAA 62 tahun lalu ibarat mimpi yang teralisasi. Itu adalah momen Indonesia menjadi negara yang sangat mendukung kemerdekaan Aljazair.

“Pada momen KAA itulah kami menyuarakan keinginan bangsa kami untuk merdeka, lepas dari penjajahan. Dan Indonesia ada selalu bersama kami,” ujarnya.

Adanya pameran ini jelas amat mengharukan. Bisa bertemu di saat sekarang untuk mengenang masa lalu. Dan, di Bandung-lah dunia mendengarkan tangisan bangsa Aljazair untuk pertamakalinya.

Dalam kesempatan itu, Duta Arsip Rieke Diah Pitaloka, mendampingi Kepala ANRI, para raja Nusantara, dan Ketua Arsip Aljazair, memberikan penjelasan seputar arsip-arsip yang dipamerkan.

Bagi Rieke sendiri, pameran ini menjadi momentum untuk kembali menggelorakan semangat perjuangan. Jangan sampai terpecah hanya karena persoalan kecil. Indonesia yang berbhineka adalah kekayaan yang membawa persatuan. (tety)

IMG_20170418_160704

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015