Institut STIAMI Lantik 1.083 Wisudawan

Kamis, 27 Apr 2017
Wakil Rektor III Institut STIAMI Dr. M. Agus Cholik, SE, MM

JAKARTA (Pos Sore) — Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI (Institut STIAMI) kembali menyelenggarakan Wisuda Periode Semester Ganjil Tahun Akademik 2016-2017 yang diikuti 1.083 wisudawan. Terdiri dari mahasiswa Program Diploma 91 lulusan, Program Sarjana 750 lulusan dan Program Pascasarjana 242 lulusan.

Dalam kesempatan ini ada lima wisudawan yang dinyatakan lulusan terbaik. Untuk Program Studi Diploma Administrasi Niaga/Bisnis : Ira Mariana, A.Md, IPK : 3,35. Untuk Program Studi Diploma Perpajakan : Erna Yulia, A.Md, IPK : 3,61.

Sementara itu, Program Studi Sarjana Ilmu Administrasi Publik/Negara: Kalana Bayu Suta, S.AP IPK 3,93. Untuk Program Studi Sarjana Ilmu Administrasi Bisnis/Niaga: Deni Malik, S.AB, IPK : 3,95. Dan, Program Studi Magister Ilmu Administrasi: Gir Sunarto, M.A IPK : 3,80

Rektor Institut STIAMI, Dr. Ir. Panji Hendrarso, MM dalam sambutannya menambahkan, pada wisuda kali ini wisudawan yang mendapatkan predikat ‘Dengan Pujian’ atau Cum Laude dengan IPK di atas 3,50 sebanyak 515 Lulusan.

Dalam wisuda Institut STIAMI Angkatan ke-31 yang bertemakan ‘Unggul, Berdaya Saing dan Berakhlak Mulia’, Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementerian Ristek Dikti Intan Ahmad, menegaskan di era globalisasi setiap lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya memiliki kemampuan secara kognitif tapi juga afektif.

“Bahwa aspek perilaku akan sangat menentukan kualitas seseorang, baik ketika berada di lingkungan masyarakat ataupun dunia kerja,” ujarnya di hadapan wisudawan, di Balai Samudera, Jakarta, Kamis (27/4).

Karenanya, setiap perguruan tinggi diharapkan dapat memberikan bekal afektif yang sejalan dengan upaya peningkatan ilmu pengetahuan bagi mahasiswa.

“Kalau kita lihat, esensi pendidikan itu sederhana saja. Bagaimana menghasilkan lulusan yang bisa membedakan benar dan salah karena pengetahuan yang mereka miliki,” ujarnya.

Intan menilai, perguruan tinggi saat ini masih seringkali terfokus pada prestasi akademik tetapi abai menanamkan sikap dan perilaku yang bukan sekadar baik melainkan sesuai atau mampu menjawab tantangan.

Karena itu, tegas dia, mahasiswa juga harus berperan aktif dan menyadari perannya sebagai generasi penerus yang akan membawa kemajuan bagi bangsa Indonesia di masa depan.

Kesadaran semacam itu mestinya sudah mereka dapatkan sejak dari kampus. Jadi mari kita bangun bersama atmosfer pendidikan yang mengedepankan ilmu pengetahuan dan sikap yang bermartabat,” tandasnya.

Direktur Institut Ilmu Sosial dan Manajemen Stiami Panji Hendrarso memastikan proses pembelajaran yang berlangsung di kelas lebih dari sekadar mentransfer ilmu pengetahuan. Lebih dari itu mahasiswa mesti diberikan pemahaman terkait aspek afektif yang dapat menunjang kinerja di dunia kerja.

“Fokus kami saat ini salah satunya juga mencetak wirausaha untuk memenuhi kebutuhan 2% pengusaha di Tanah Air. Tapi untuk bisa berkontribusi tidak cukup hanya dibekali ilmu pengetahuan tapi juga yang paling penting ialah kejujuran,” ungkapnya.

Pada periode semester ganjil tahun akademik 2016-2017, Stiami telah meluluskan 750 sarjana dan 242 lulusan program pascasarjana. Para lulusan tersebut diyakini mampu memiliki bekal kognitif maupun afektif untuk dapat berkontribusi bagi bangsa. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015