Kontroversi Hari Lahir Pancasila, Kepala ANRI: Tergantung Keyakinan Masyarakat

Sabtu, 3 Jun 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Setiap 1 Juni masyarakat Indonesia memperingati Hari Lahir Pancasila. Namun, pakar hukum tata negara Yusril Ihza Mahendra menyebutkankan Pancasila lahir pada 18 Agustus 1945. Pernyataan ini pun menimbulkan kontoversi.

Menanggapi kontroversi ini Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), Mustari Irawan, mengatakan, kontroversi soal Hari Lahir Pancasila tergantung persepsi masyarakat.

Apakah mereka meyakini Pancasila itu lahir pada 1 Juni 1945 atau 18 Agustus 1945, terserah pada keyakinan masyarakat.

“Kami serahkan ke masyarakat yang bermacam latar belakang seperti sejarawan dan pakar tata hukum di mana mereka menyimpulkan kelahiran Pancasila,” kata Mustari di sela Pameran Arsip Pancasila di Museum Nasional, Jakarta, Jumat (2/6).

Menurut dia, pemilihan tanggal 1 Juni sebagai awal Pameran Arsip Pancasila adalah merujuk dari sisi sejarah kata Pancasila diutarakan pertama kali oleh Presiden Soekarno dalam sidang Badan Penyelidik Usaha-usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI).

Karenanya, jika ada anggapan mengenai Pancasila yang sejatinya lahir pada 18 Agustus maka itu sah-sah saja terutama jika ditelisik dari sisi hukum dan tata negara. 

“Ketika Presiden Soekarno pidato soal Pancasila maka sejarawan bisa menandai itu sebagai Hari Lahir Pancasila, kalau ahli hukum tentu lewat legalistik, kalau dari sejarah bisa pakai titik mula lain,” kata dia.

Bagi ANRI sendiri, karena sebagian lembaga, merujuk keputusan pemerintah yang menyatakan 1 Juni adalah Hari Lahir Pancasila. ANRI tidak dalam posisi menafsirkan karena bukan ranah lembaga yang dipimpinnya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Hilmar Farid, berpandangan titik awal Hari Lahir Pancasila adalah saat kata ‘Pancasila’ itu diperkenalkan kepada khalayak umum, utamanya peserta sidang BPUPKI.

“Terdapat bukti mengenai Pancasila yang ada saat ini sama dengan yang dipublikasi 18 Agustus 1945. Itu sehari setelah Indonesia merdeka,” paparnya.

Meski demikian, kata ‘Pancasila’ tidak muncul begitu saja kecuali sempat diusulkan Presiden Soekarno meski susunan isinya tidak seperti Pancasila yang dikenal saat ini.

Soekarno, kata dia, juga tidak mengklaim Pancasila itu ciptaannya tetapi merupakan penggalian perjuangan rakyat Indonesia. Singkat kata, Soekarno mengklaim Pancasila adalah buatan rakyat Indonesia pada umumnya.

“Bung Karno mengklaim tidak mencipta Pancasila tapi menggali perjuangan rakyat. Itu dibuat rakyat Indonesia,” kata dia. (tety)