Ramadhan 2017, Grup Sriboga Raturaya Berbagi Kasih Bersama 225 Anak Berkebutuhan Khusus

Kamis, 8 Jun 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Grup Sriboga Raturaya kembali menggelar ajang interaktif berbuka puasa bersama anak-anak berkebutuhan khusus/disabilitas.

Dengan mengusung tema ‘Senyum Ceria Ramadhan’, sekitar 225 anak berkebutuhan khusus/disabilitas yang berasal dari 7 lembaga dan komunitas bersuka cita dalam kebersamaan berbuka puasa bersama.

Membahagiakan anak-anak berkebutuhan khusus terutama di momen Ramadhan memang menjadi fokus serius Grup Sriboga Raturaya dalam menjalankan salah satu program CSR yang sedikit berbeda.

Anak disabilitas dinilai membutuhkan kasih sayang lebih dari berbagai pihak terlebih di bulan suci Ramadhan yang menjadi momentum yang tepat untuk berbagi kasih dan kebahagiaan dengan sesama.

“Berbagi bersama adalah moto kami dalam menjalankan program CSR terutama di bulan suci Ramadhan yang suci, yang juga merupakan bulan penuh kebaikan,” kata Edni Aswita Basri, Direktur SDM & Komunikasi PT. Sriboga Raturaya, di Jakarta, Rabu (7/6) malam.

Ia menjelaskan, sejak tahun 2015, pihaknya telah berinisiatif untuk merangkul anak-anak berkebutuhan khusus untuk bergembira dalam ajang buka puasa yang kami kemas dalam format playtainment yaitu bermain dan hiburan.

“Melihat keceriaan dan kebahagiaan yang terpancar dari wajah mereka, meskipun hanya sebentar, sungguh membuat hati tentram. Kami bersyukur dapat berkontribusi untuk sedikit membahagiakan serta berinteraksi langsung dengan mereka,” tambahnya.

Menurutnya, anak-anak berkebutuhan khusus membutuhkan perhatian lebih dari orang-orang di sekeliling mereka. Dengan dukungan positif terpadu, bukan tak mungkin dapat menumbuhkan rasa aman dan percaya diri anak-anak untuk melangkah di kehidupan nyata.

“Dapat juga membentuk mereka menjadi pribadi yang mandiri dan mampu berinteraksi dengan kehidupan sosial,” tuturnya.

Di Indonesia sendiri ada sekitar 532 ribu anak disabilitas yang membutuhkan perhatian.

Pada ajang ‘Senyum Ceria Ramadhan’, seluruh anak disabilitas dapat bertemu dengan sesama temannya dari beberapa lembaga, yayasan dan komunitas. Diharapkan pertemuan singkat tersebut dapat memberikan dukungan moril serta meningkatkan semangat untuk melanjutkan hidup.

“Kami gembira dapat merangkul semakin banyak anak untuk berkumpul, bersuka ria dan bermain bersama,” tambah Lanny Tjong, CSR Manager Sriboga Food Group.

Ajang seperti ini, menurutnya, jarang menghampiri anak disabilitas. Karenanya, ia berharap dalam wadah ini mereka dapat bertemu dengan sesama temannya yang memiliki keterbatasan, yang dapat membangun rasa kebersamaan dan solidaritas.

Selain itu, bagi para orang tua atau pendamping juga dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk berbagi cerita antar mereka yang diharapkan dapat menambah wawasan mereka untuk masalah keterbatasan yang dimiliki oleh anak tercinta atau anak bimbingannya.

Dalam ajang buka puasa bersama anak berkebutuhan khusus ini juga disediakan sekitar 10 permainan yang dapat dimanfaatkan oleh anak disabilitas untuk bermain dan mengisi waktu ‘ngabuburit’ dengan mencoba berbagai permainan yang seru dan mengasyikan.

Sebut saja permainan Can Toss (melempar bola untuk menjatuhkan kaleng), Ring Toss (melempar gelang menuju target yang sudah disiapkan), atau Sombrero Toss (melemparkan topi sombrero ke dalam tiang tepat di atas kepala tiap karakter yang ada di gambar untuk dijadikan pemenang).

Ada juga Horse Shoe (melemparkan sepatu kuda menuju target yang sudah ditentukan), Tembak Burung/Angry Bird (terinspirasi dari Angry Bird games, merupakan modifikasi untuk menambah kemeriahan acara karnaval), dan Duo Basketball (melempar bola basket ke dalam keranjang).

Permainan lainnya Mini Golf Lurus (bermain mini golf), Penalty Zone (memasukkan bola dengan cara di tendang ke lubang target yang sudah ditentukan), Istana Bola (bermain di istana bola) dan 10) Face Painting (melukis wajah).

Tak sekedar bermain saja, wahana permainan yang dikemas dengan konsep terapi sambil bermain ini, anak disabilitas akan dirangsang dan dilatih motorik mereka dengan permainan-permainan yang tepat.

“Permainan yang diberikan ini secara garis besar juga dapat membantu motorik serta daya saing dari masing-masing peserta, agar terpacu untuk menjadi juara dalam sebuah permainan,” tutup Lanny Tjong. (tety)