Kebijakan Satu Peta Hindari Tumpang Tindih Informasi Geospasial

Selasa, 13 Jun 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Presiden Joko Widodo memimpin Rapat Terbatas membahas Kebijakan Satu Peta di Kantor Presiden, Jakarta, Selasa (13/6) sore.

Setahun lalu, menurut Presiden, melalui Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 9 tahun 2016, dirinya telah minta untuk dilakukan percepatan pelaksanaan kebijakan satu peta, one map policy.

Menurutnya, kebijakan satu peta ini sangat penting. Alasannya, sangat dibutuhkan untuk menyatukan seluruh informasi peta yang diproduksi oleh berbagai sektor ke dalam satu peta secara terintegrasi.

“Sehingga tidak terdapat lagi perbedaan dan tumpang tindih informasi geospasial, dan akan hanya ada satu referensi geospasial yang menjadi pegangan dalam pembuatan kebijakan strategis maupun penerbitan perizinan,” papar Presiden.

Presiden menyakini kebijakan satu peta, akan mempermudah penyelesaian konflik yang timbul akibat tumpang tindih pemanfaatan lahan, serta membantu penyelesaian batas daerah di seluruh Indonesia.

“Untuk itu pada Rapat Terbatas ini saya ingin mendengar laporan dari Menko mengenai perkembangan implementasi dari kebijakan satu peta ini di lapangan,” tutur Presiden kepada peserta ratas.

Laporan yang diterima, lanjut Presiden, dari 85 target rencana aksi peta tematik yang diatur dalam Perpres Nomor 9 tahun 2016, baru 26 peta yang sudah lengkap untuk seluruh wilayah Indonesia.

“Sisanya 57 peta lainnya masih dikompilasi dan 2 peta tematik masih belum ada. Dan saya juga mengingatkan pada ratas tanggal 7 April 2016, saya minta untuk terlebih dahulu difokuskan di pulau Kalimantan,” pungkas Presiden Jokowi. (*/tyas)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015