10 Tahun AELI, Efektif dalam Proses Pembelajaran

Rabu, 14 Jun 2017

BOGOR (Pos Sore) – Tak terasa Asosiasi Experiential Learning Indonesia (AELI) memasuki usia 1 dekade. Seluruh pengurus dan anggota bertekad memantapkan keberadaan asosiasi agar eksistensinya lebih dikenal oleh masyarakat luas.

Kresno Wiyoso, Ketua Umum AELI, menuturkan, selama 10 tahun berkiprah, menjadi tahapan yang penuh dinamika agar eksistensi asosiasi AELI dapat diterima seluruh penggiat experiential learning di seluruh penjuru Indonesia.

Sampai akhirnya AELI saat ini, telah hadir di berbagai provinsi di Tanah Air dengan jumlah anggota yang juga makin bertambah.

“Meski sudah satu dekade berkirah, nama Asosiasi Experiential Learning Program (ELP) ini masih belum banyak dikenal masyarakat. Karena itu, kami semua para anggota pegiat dan pengurus kumpul di sini berdiskusi untuk lebih memantapkan eksistensi AELI ke depan,” ungkapnya.

Dijelaskan, 10 tahun lalu AELI didirikan dengan semangat untuk meningkatkan kualitas program dan kapasitas praktisi Experiential Learning di Indonesia.

AELI didirikan dengan kesadaran metode pembelajaran berbasis pengalaman (Experiential Learning) ini sangat efektif dalam proses pembelajaran baik afeksi, kognisi maupun konasi.

“Selama ini kalau ada kegiatan pendidikan luar ruang, seperti pendidikan karekater dan sejenisnya, orang tahunya hanya outbond. Padahal kegiatan AELI ini lebih luas,” ujarnya.

Outbound memang menjadi salah satu penerapan metode EL yang telah menjadi agenda rutin yang diadakan bermacam organisasi untuk meningkatkan kapasitas anggotanya. Tetapi sebenarnya masih banyak program pelatihan lain yang menggunakan metode EL dalam pelaksanaannya.

“Karena itu, dalam kesempatan ini, kami juga adakan acara Open Mic, dan talk show dengan tema Sejarah Outbound di Indonesia, agar masyarakat tahu apa itu outbound dan Experiential Learning,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu, Soyfan Hadi menjelaskan, momen satu dekade ini diadakan dengan seluruh stakeholder Experiential Learning yang ada di Indonesia untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan dan program kerja untuk eksistensi asosiasi ke depannya.

Termasuk dalam kaitan penguatan bela negara, terlebih belakangan pemerintah menyuarakan untuk bela negara dan menanamkan nilai-nilai Pancasila yang semakin tergerus oleh perubahan zaman.

“Setiap kali pelatihan yang kami berikan baik ke sekolah maupun perusahaan, kami selalu tanamkan nilai-nilai pancasila dan belanegara,” ujarnya.

Dengan berbekal pemahaman tersebut, AELI berusaha menjadi pihak yang menaungi seluruh penyedia layanan (provider) dan praktisi yang menggunakan Experiential Learning dalam programnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015