Kenalkan Nuklir Sejak Dini, 1000 Anak Bangsa Kunjungi Batan

Jumat, 16 Jun 2017

IMG_20170615_150655

JAKARTA (Pos Sore) — Di bulan Ramadhan yang penuh berkah, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) kedatangan tamu luar biasa. Sekitar 1000 anak yatim, duafa, dan difabel di bawah naungan Lembaga Kemanusiaan (LK) ESQ, Kamis (15/6), berkunjung ke Kawasan Nuklir Batan Pasar Jumat, Jakarta.

Acara ini diberi nama Semesta Ramadhan 2017, dengan tema Ayo Cerdas Berteknologi, mengangkat tagline Nuklir Sahabat Kita (Nusaki).

Pendiri ESQ Leadership Center, Ary Ginanjar Agustian memberikan apresiasi kepada BATAN dan ESQ. Untuk pertama kalinya kegiatan pemberian santunan kepada seribu anak yatim dilaksanakan di BATAN.

“Biasanya, kan, di masjid atau musholla, ini di lembaga nuklir Indonesia, first time, luar biasa! Ini pertama kalinya di Indonesia, bisa jadi bahkan dunia,” ucapnya antusias.

Menurutnya, kegiatan ini sangat baik karena mengombinasikan dua hal yang selama ini dianggap bertentangan oleh sebagian masyarakat, yakni sains dan agama.

“Mudah-mudahan kegiatan ini dapat menyosong Indonesia Emas 2030, yang tidak lagi memisahkan nilai spiritualitas dan intelektualitas,” katanya.

BATAN bekerja sama dengan LK ESQ menyelenggarakan kegiatan Semesta Ramadhan yang dikemas apik dengan konsep edutainment. Seribu anak yatim ini diajak untuk mengenal lebih dekat tentang nuklir melalui empat permainan menarik dan dongeng nuklir.

Salah satu permainan misalnya, secara berkelompok mereka diajak untuk mencari ‘Harta Karun’. Yakni mencari sumber radiasi yang terdapat di dalam salah satu kotak-kotak yang telah disediakan, menggunakan detekor radiasi.

Selain itu, anak-anak juga dikenalkan teknologi melalui film tentang Nusaki, Ikon BATAN.

Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto mengatakan, tujuan digelarnya kegiatan ini adalah untuk mengenalkan teknologi, khususnya nuklir sejak dini.

Menurutnya, anak-anak adalah estafet penerus ilmu pengetahuan dan teknologi yang harus terus dikembangkan melebihi apa yang saat ini telah dilakukan.

“Pengenalan dilakukan dengan menjelaskan hal sederhana, misalnya bahwa matahari adalah ciptaan Tuhan yang dapat kita nikmati, dan itu adalah tenaga nuklir yang dapat ditiru, dikembangkan dan dimanfaatkan oleh manusia untuk kemaslahatan bangsa,” paparnya.

BATAN saat ini telah menghasilkan berbagai hasil litbang nuklir. Di antaranya, varietas unggul padi, radioisotop dan radiofarmaka untuk diagnosis dan terapi di bidang kesehatan.

Ada juga pengawetan makanan dengan iradiasi, seperti rendang yang dapat bertahan hingga satu setengah tahun tanpa bahan pengawet.

Namun harus diakui di bidang energi, pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) belum dapat terwujud karena menunggu keputusan pemerintah.

“Bagaimana mengejar ketertinggalan kita akan PLTN dibandingkan negara lain? Ya dari anak-anak ini. Karena bagaimanapun, ke depan PLTN harus dimanfaatkan, dan kelak semoga mereka bisa jadi ilmuwan-ilmuwan nuklir,” ujarnya.

Ketua Umum LK ESQ, Lea Sri Endari Irawan menambahkan, diangkatnya tagline Nusaki karena ingin menanamkan nilai kepada anak-anak yatim. Dengan segala keterbatasan, mereka bisa mewujudkan cita-citanya. L

“Kita ingat, waktu kecil dulu, ditanya mau jadi apa, misalnya jadi dokter. Tidak dipungkiri sekarang era teknologi, tentu saja harapan kami mereka dapat bijak bagaimana teknologi itu dimanfaatkan, dan bisa menjadi Habibie-Habibie selanjutnya,” ucapnya.

Acara ini ditutup dengan buka puasa bersama dan menyalakan seribu lampu yang menggunakan baterai hasil litbang BATAN, dan dapat dibawa pulang oleh anak-anak yatim sebagai kenang-kenangan. (*/tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015