Komunitas Djamoelogy Berbagi Ta’jil Jamu Kunyit

Selasa, 20 Jun 2017

DSCF2712

JAKARTA (Pos Sore) — Siapa yang tak kenal jamu. Minuman tradisional yang turun temurun menjadi kekayaan budaya Indonesia.

Sayangnya, minuman herbal kaya manfaat ini eksistensinya sudah mulai terlupakan. Terutama oleh masyarakat ibukota yang serba modern.

Menyadari hal ini, sekelompok anak muda membentuk lahirnya komunitas Djamoelogy. Komunitas ini bertujuan untuk meningkatkan kembali awareness dan kepedulian masyarakat terhadap minuman tradisional Indonesia yaitu jamu.

Caranya dengan membagikan ta’jil berupa jamu pada minggu ke-3 bulan puasa, di kawasan Sudirman, Jakarta, Senin (19/6). Komunitas Djamoelogy berbagi ta’jil sebotol jamu dan kue-kue untuk berbuka puasa.

“Melalui cara ini, komunitas Djamoelogy berharap agar dapat mengedukasi dan mengingatkan kembali masyarakat jamu mempunyai banyak manfaat bagi tubuh terutama di bulan puasa,” kata Casey Catherina, PR officer Djamoelogy, di Jakarta.

Salah satu jamu yang dibagikan adalah kunyit. Penelitian membuktikan kunyit dipercaya dapat menyembuhkan luka di lambung karena asam. Kandungan aktif herbal pada kunyit cukup efektif dalam mencegah dan memperbaiki luka lambung.

Kunyit juga diketahui memiliki khasiat peradangan lewat minyak atsiri yang dihasilkan dari cairannya.

Saat Ramadan, penyakit maag tak jarang kambuh dan kadang mengganggu dengan rasa nyeri dan sakit karena penyesuaian asupan makanan.

“Karena itu, untuk membantu mengurangi rasa sakit karena luka maag, mengkonsumsi kunyit sangat dianjurkan selama bulan puasa,” tambahnya.

Dalam kegiatan ini tim Djamoelogy juga mewawancari beberapa pejalan kaki dari berbagai kalangan usia. Dari hasil wawancara menunjukkan dari kalangan ibu masih sering mengkonsumsi jamu bahkan ada beberapa diantaranya yang membuat jamunya sendiri.

Namun tidak demikian dengan anak muda. Sebagian besar dari mereka sudah tidak pernah minum jamu lagi karena mereka sendiri tidak mengetahui harus membeli Jamu di mana.

Keberhasilan acara ini tak luput dari dukungan para produsen jamu lokal yaitu Jamu Nyonya Adip, Jamu Jiwo dan Bakool Jamu.

“Besar harapan kami, melalui kegiatan ini komunitas Djamoelogy dapat meningkatkan kesadaran masyarakat akan eksistensi jamu,” ujar Casey Catherina.

Masyarakat juga diharapkan semakin menyadari manfaat jamu bagi kesehatan, Serta mendukung kemajuan industr jamu di Indonesia. (tety)