Pemerintah Provinsi Maluku Utara Gelar Widi International Fishing Tournament 2017

Rabu, 5 Jul 2017

wift1

JAKARTA (Pos Sore) — Provinsi Maluku Utara yang memiliki 1.474 pulau segera menggelar turnamen mancing Internasional terbesar di Indonesia bertajuk ‘Widi International Fishing Tournament 2017′ pada 25-29 Oktober 2017.

WIFT 2017 bertema ‘North Mollucas A World Fisihing Destination’ ini diluncurkan secara resmi oleh Sekretaris Menteri Pariwisata dan disaksikan Gubernur Maluku Utara serta Bupati Halmahera Selatan.

Turnamen mancing internasional ini sebagaimana namanya diselenggarakan di Kepulauan Widi, Kabupaten Halmahera Selatan yang terbuka untuk umum serta memperebutkan Piala Presiden RI.

Sekretaris Menteri Pariwisata, Ukus Kuswara menyambut baik langkah serius yang diperlihatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk mengangkat potensi bahari ke tingkat yang lebih tinggi.

“Sebagai pemerintah pusat, kami sangat menghargai dan menyambut baik keseriusan Pemerintah Provinsi Maluku Utara untuk menggerakkan potensi kemaritiman yang dimiliki melalui sebuah ajang turnamen olahraga mancing tingkat Internasional yang terbesar di Indonesia,” katanya.

Menurutnya, ajang WIFT 2017 secara tidak langsung turut meningkatkan laju ekonomi daerah melalui wisata dan industri mancing. Ajang ini juga akan menggairahkan industri mancing nasional berbasis ekonomi kerakyatan melalui pemberdayaan masyarakat pesisir.

“Dengan potensi dan kekuatan bahari yang diimiliki, jika dikelola dengan baik, maka dapat menaikkan citra Provinsi Maluku Utara di tingkat nasional bahkan Internasional. Pemerintah Pusat senantiasa merangsang Pemerintah Daerah untuk menggali potensi daerah agar menjadi kekuatan ekonomi daerahnya,” tambahnya.

Sambutan positif Pemerintah Pusat ini semakin meningkatkan semangat Pemerintah Provinsi Maluku Utara menggelar turnamen mancing Internasional terbesar di Indonesia.

“Kami bersyukur mendapatkan restu dari Pemerintah Pusat untuk menggelar ajang WIFT 2017. Dengan tujuan untuk mengapresiasi Nawa Cita Presiden khususnya cita ke 3, 6 dan 7,” papar Gubernur Maluku Utara, Abdul Ghani Kasuba.

Ia mengatakan, event mancing tersebut dapat mendorong Provinsi Maluku Utara sebagai destinasi wisata dan industri mancing dunia sekaligus memperkenalkan Kepulauan Widi sebagai ikon destinasi mancing nasional.

“WIFT 2017 akan menjadi tempat berkumpulnya para pecinta olahraga mancing tingkat Internasional untuk merasakan sensasi mancing yang berbeda dengan jenis ikan beraneka ragam,” katanya.

Dikatakan, provinsi yang dipimpinnya dikenal sebagai lumbung ikan khususnya sarang bagi Tuna Sirip Kuning (Yellow Fin Tuna) dan Tuna Gigi Anjing (Dogtooth Tuna).

“Kami percaya aneka ragam jenis ikan terutama dua ikon ikan tersebut akan menjadi hasil tangkapan yang memberikan kepuasan tersendiri bagi para mancing mania, sebutan pecinta olahraga mancing,” ujarnya.

Kepulauan Widi dipercaya menjadi tuan rumah karena salah satu obyek wisata bahari andalan dari Kabupaten Halmahera Selatan, Provinsi Maluku Utara. Kabupaten Halmahera sendiri merupakan spot yang memiliki keindahan alam sangat indah, dengan terumbu karang yang bagus serta beraneka ragam ikan yang dapat menjadi target buruan bagi pemancing.

Dengan menggandeng berbagai komunitas mancing tingkat nasional maupun Internasional, ajang WIFT 2017 ini diikuti sedikitnya 300 pemancing profesional dengan komposisi 60% berasal dari luar negeri dan 40% berasal dari dalam negeri serta melibatkan ribuan kapal nelayan di Halmahera Utara.

Untuk negara peserta luar negeri yaitu Malaysia, Singapura, Filipina, Thailand, Jepang, Australia, Amerika Serikat dan Spanyol, sementara untuk peserta dalam negeri berasal dari beberapa daerah di Indonesia.

Adapun untuk kebutuhan turnamen, disiapkan 50 unit kapal dengan maksimum 7 orang pemancing per kapal. (tety)