Di Jerman, Presiden Jokowi Lakukan Pertemuan Bilateral dengan PM Australia

Jumat, 7 Jul 2017

JAKARTA (Pos Sore) – Mengawali agendanya pada kunjungannya ke Jerman, Presiden Joko Widodo pada Jumat (7/7) pagi sekitar pukul 08.00 waktu setempat atau pukul 13.00 WIB, melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Australia Malcolm Turnbull, di Hotel Steigenberger, tempatnya menginap selama berada di Hamburg.

Kemudian, dilanjutkan dengan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte, di hotel yang sama.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, Presiden Jokowi akan mulai melakukan kegiatan yang terkait dengan KTT G20, dengan menghadiri leader retreat yang mengambil tema fighting terorism.

“Dalam leader retreat itu, Presiden Indonesia diminta untuk menjadi salah satu pembicara utama untuk tema fighting terorism,” kata Retno kepada wartawan di lobi Hotel Steigenberger, Hamburg, Jerman, Kamis (6/7) malam waktu setempat.

Terkait dengan materi bahasannya pada leader retreat tentang fighting terorism itu, Menlu Retno Marsudi mengatakan, Presiden akan berbicara mengenai situasi di Marawi, Filipina, dan juga bagaimana kerja sama counter terorism itu dapat diperkuat di dalam konteks G20, karena G20 ini merupakan negara-negara yang besar.

“Jadi semakin besar kita, juga akan semakin besar tanggung jawabnya. Jadi besok akan disampaikan,” ujar Retno.

Ia menegaskan, kerja sama yang akan dilakukan diharapkan merupakan kerja sama yang kuat konkret, dan pendekatan yang dilakukan oleh Indonesia selalu mencoba mengembangkan soft power.

Soft power itu, lanjut Menlu, antara lain misalnya mengenai deradikalisasi ditempatkan di dalam lembaga dalam organisasi kemasyarakatan. Melibatkan misalnya keluarga dari teroris itu sendiri untuk bersama melakukan preferensi narapidana teroris yang sudah insaf.

Mengenai agenda KTT G20, Menlu Retno Marsudi mengemukakan, ada sesi pertama dalam bentuk working lunch, dan tema yang akan diangkat untuk sesi pertama adalah global growth and trade. “Di situ juga Presiden akan menyampaikan intervensinya,” ungkapnya.

Kemudian di antara sesi 1 working lunch dan sesi 2, menurut Menlu, Presiden akan melakukan pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri Spanyol. Selanjutnya Presiden akan hadir di dalam sesi 2 yaitu sustainable development climate and energy.

“Untuk kegiatan yang sifatnya substansi, hanya sampai sesi dua, karena setelah itu acara selanjutnya adalah acara jamuan makan malam. Jadi kalau bisa di summary up untuk pertemuan bilateral besok Presiden akan ada tiga pertemuan bilateral Australia Belanda dan Spanyol,” jelas Retno. (*/tyas)