Menristekdikti Luncurkan Produk Litbang Batan

Jumat, 7 Jul 2017

JAKARTA (Pos Sore) – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi M. Nasir meluncurkan produk litbang Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berupa radioisotop dan radiofarmaka yang berguna bagi dunia kesehatan.

Peluncuran produk litbang Batan di Pusat Teknologi Radioisotop dan Radiofarmaka (PTRR), Kawasan Nuklir Serpong, Puspiptek, Tangerang Selatan, ini sebagai upaya hilirisasi produk inovasi BATAN kepada masyarakat.

Produk radioisotop dan radiofarmaka yang diluncurkan, yakni Kit Radiofarmaka MDP yang diperlukan untuk pemeriksaan sebaran kanker di tulang, dan Kit Radiofarmaka MIBI untuk diagnosis perfusi jantung.

Selain itu, Kit Radiofarmaka DTPA untuk diagnosis perfusi ginjal, senyawa bertanda 1311 I-MIBG untuk diagnosis kanker neruroblastoma, dan senyawa bertanda 153 Sm-EDTMP sebagai terapi paliatif kanker mestatasis ke tulang.

M. Nasir, memberi apresiasi kepada BATAN yang telah melakukan upaya hilirasi hasil risetnya kepada masyarakat melalui dunia industri.

Langkah BATAN dalam melakukan hilirisasi produk litbangnya sangat diapresiasi. Saat ini produk teknologi nuklir telah memberikan kontribusi dalam bidang kesehatan, energi, pertanian, industri, pengelolaan sumber daya alam, dan lingkungan.

“Salah satunya adalah pemanfaatan radiofarmaka di bidang kesehatan,” kata M. Nasir.

Menurutnya, riset tidak cukup hanya sampai pada publikasi dan disimpan di perpustakaan, namun lebih dari itu, harus dilakukan upaya hilirasi dan komersialisasi ke dunia usaha sehingga bermanfaat bagi manusia.

Salah satunya adalah hasil penelitian radioisotop dan radiofarmaka yang saat ini sudah digunakan oleh masyarakat melalui PT. Kimia Farma.

Di Indonesia, menurut Nasir, banyak rumah sakit yang mempunyai fasilitas kedokteran nuklir telah memanfaatkan produk radioisotop dan radiofarmaka sebagai sarana untuk mendiagnosis berbagai penyakit terutama penyakit kanker.

Pada peluncuran produk ini, juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara Kemenristekdikti melalui Direktorat Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan dengan BATAN. Hal ini bentuk komitmen Kemenristekdikti dalam mendukung pengembangan riset iptek nuklir di Indonesia. (tety)