Tiga Remaja Kurir Narkoba Ditangkap

Rabu, 12 Jul 2017
Ilustrasi

JAKARTA (Pos Sore) – Tiga remaja kurir narkoba ditangkap Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan di Jalan Melia Garden, Serpong Utara, Tangerang Selatan, kemarin.

“Sebulan dipantau, tim Opsnal Reserse Narkoba, anggota kami berhasil menangkap tiga orang kurir narkoba,” ujar Wakapolres Tangerang Selatan, Kompol Bachtiar Alphonso kepada wartawan.

Alphonso mengatakan ketiga pelaku adalah AG, 26, SRD, 17 dan MF, 21. Peran mereka berbeda-beda . AG bertugas menampung narkoba dari bandar, masih buron. Sedangkan SRD dan MF mengantarkan narkoba tempat hiburan di Jakarta.

“AG mengaku tiga kali menjemput atau mengambil narkotika jenis ecstasy ini. Pertama Mei 2017 sebanyak 10 ribu butir, Juni 40 ribu butir, dan Juli 2.000 butir, sabu 100 gram,” ucapnya.

Setelah barang terlarang itu, AG memerintahkan SRD dan MF mendistribusikannya ke wilayah Jakarta.

“Pengakuan AG, barang tersebut diperoleh dari Abang dan Abeng di Rengas Dengklok, Karawang, Jawa Barat, masih diburu. AG mendapatkan upah sebesar Rp 10 juta, sedangkan SRD dan MF upahnya Rp 1 juta,” tegasnya.

Kepala Satuan Reserse Narkoba Polres Tangerang Selatan, AKP Agung Nugroho menambahkan, dari tangan pelaku didapati 50 butir narkoba jenis ecstasy yang berlambang Twitter, dan 1.785 berlambang The Mask.

“Untuk ecstasy berlambang Twitter berbentuk kotak berwarna biru, di tengahnya ada lambang T-nya Twitter. Sedangkan jenis satu lagi dikenal dengan jenis The Mask, berwarna pink-hijau dengan lambang topeng di tengahnya,” tutur Agung.

Dari mereka disita narkoba jenis ecstasy 1.835 butir, shabu 24,9 gram, ganja kering 9,6 gram, empat unit telepon seluler, dan tiga timbangan elektrik.

Pelaku AG, kata AKP Agung, dikenakan Pasal 114 ayat 2, Pasal 112 ayat 2, Pasal 111 ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkoba, dengan ancaman hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat lima tahun penjara serta denda paling banyak Rp 10 miliar.

“Sedangkan dua pelaku SRD dan MF dikenakan Pasal 114 ayat 1, Pasal 112 ayat 1 dengan ancaman hukuman pidana paling lama 12 tahun penjara,” tutupnya. (marolop)