Forum Komunikasi Imunisasi Dibentuk untuk Edukasi Pentingnya Imunisasi

Minggu, 16 Jul 2017

IMG_20170714_101501

JAKARTA (Pos Sore) — Imunisasi merupakan upaya aktif membentuk antibodi atau kekebalan spesifik/khusus yang efektif mencegah penularan penyakit tertentu. Karenanya, anak berhak mendapatkan imunisasi.

Hashta Meyta, S.Si.Apt Subdit Imunisasi Kementerian Kesehatan, mengungkapkan, banyak faktor mengapa hal itu terjadi. Di antaranya, takut demam, penolakan keluarga, pos imunisasi jauh, orangtua sibuk, anak sakit, dan tidak tahu pos pelayanan imunisasi.

“Selain itu, adanya penolakan dari sebagian kaum ibu dengan alasan imunisasi mengandung hal yang diharamkan agama,” ungkapnya dalam Forum Komunikasi Imunisasi, di Jakarta, Jumat (14/7).

Ia menegaskan, perlu diketahui tujuan imunisasi menurunkan angka kesakitan, kecatatan dan kematian akibat penyakit-penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi. Kalau ASI adalah perlindungan untuk anak secara umum.

“Sekitar 55 persen kematian anak karena pneumonia dan diare. Dari sekian banyak penyakit yang ada, bisa ditekan dengan adanya vaksin dan imunisasi,” ungkapnya.

Pihaknya mengakui, pencapaian vaksinasi atau imunisasi dasar lengkap di Indonesia sudah mencapai 90 persen. Namun, ada beberapa kabupaten/kota yang belum sampai 90 persen.

Dampaknya, pada daerah yang cakupan imunisasi rendah, bila muncul penyakit yang dapat dicegah dengan imunisasi (PD3I), maka penyebaran penyakit tersebut akan mudah menyebar.

“Dalam arti, semakin banyak anak yang tidak diimunisasi maja akan semakin banyak anak yang tidak terlindungi dan rentan tertular penyakit berbahaya. Ini karena tidak terbentuknya kekebalan kelompok,” tegasnya.

Kebijakan imunisasi memiliki payung hukum UU Perlindungan Anak No.23 tahun 2002. Karenanya, dengan adanya Forum Komunikasi Imunisasi yang dibentuk dari berbagai unsur akan mampu membentengi dari informasi negatif tentang imunisasi dan vaksin.

Forum Komunikasi Imunisasi ini juga akan dikemas dalam bentuk website. Didukung akun media social, instagram, whatsapp, Facebook, dan lain-lain. Semuanya akan menampung dan menyampaikan berbagai informasi pentingnya imunisasi.

“Ini juga diharapkan dapat menjadi rujukan masyarakat dalam membentengi dirinya dari berbagai informasi negatif terkait imunisasi,” tegasnya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015