Menkop Puspayoga Apresiasi dan Siap Kawal Hasil Kongres Koperasi ke-3

Minggu, 16 Jul 2017

MAKASSAR (Pos Sore) – Menteri Koperasi dan UKM Puspayoga memberikan apresiasi tinggi terhadap pelaksanaan dan hasil-hasil Kongres Koperasi ke -3 di Makassar.

“Biasanya kalau disuruh menutup acara, peserta tinggal separuh. Namun dalam Kongres Koperasi ke-3 ini tidak, hampir seluruh peserta hadir, ini menunjukkan semangat yang tinggi para pegiat koperasi dalam mensukseskan kongres ini,” kata Puspayoga, saat menutup pagelaran Kongres Koperasi ke-3 di Makassar, Jumat (14/7).

Menkop mengatakan Kongres Koperasi ke-3 yang menghasilkan 5 deklarasi Makassar dan 17 rekomendasi, telah meletakkan satu dasar serta menjadi triggger (pemacu) koperasi nantinya akan bisa sejajar dengan BUMN dan swasta.

Butir-butir deklarasi dan rekomendasi yang dihasilkan dari Kongres Koperasi sensiri, di antaranya, memodernisasi koperasi dengan memanfaatkan IT, revitalisasi KUD sampai konsolidasi usaha yang secara vertikal.

Menurutnya, hasil deklarasi tersebut benar-benar hal realistis yang dibutuhkan gerakan koperasi untuk secepatnya bangkit menuju cita-cita menjadi  pilar perekonomian nasional. 

“Saya menaruh harapan besar pada koperasi untuk bisa bangkit dan saya percaya gerakan koperasi akan bisa melakukan itu,” harapnya.

Harapan itu, bukan tanpa dasar, jika merujuk pada pertumbuhan PDB (Produk Domestik Bruto) yang disumbangkan koperasi yang  mengalami peningkatan dalam tiga tahun terakhir. 

Jika pada akhir 2013, kontribusi koperasi terhadap pembentukan PDB masih 1,71 persen, pada 2016 sudah meningkat menjadi 3,99 persen.

“Itu semua tidak akan terjadi tanpa dukungan dari  pegiat gerakan  koperasi. Kami  di Kementrian memang punya kebijakan namun tidak memiliki kewenangan, tanpa gerakan koperasi di lapangan, kami bukan apa-apa,” tandas menkop.

Menkop menjanjikan, deklarasi dan rekomendasi yang dihasilkan Kongres Koperasi ke-3 ini secepatnya akan diserahkan ke Presiden.

“Saya bersama Dekopin siap mengawal deklarasi dan rekomendasi Kongres Koperasi ini,” janji Puspayoga.

Menkop menilai, butir-butir rekomendasi dan deklarasi Kongres Koperasi ke-3, jika diimplementasikan akan mampu meningkatkan lagi kontribusi koperasi terhadap PDB.

“Meski PDB koperasi meningkat, namun masih harus berbenah lagi untuk bisa mengejar PDB koperasi yang sudah tinggi di sejumlah negara, ada yang 15 persen, 20 persen bahkan ada negara yang koperasi memberikann kontribusi 60 persen PDB,” tuturnya.

Menkop mencontohkan salah satu hambatan koperasi adalah soal perpajakan (yang juga masuk dalam rekomendasi hasil Kongres Koperasi).

“Koperasi masih dikenakan pajak ganda. Misalnya soal Sisa Hasil Usaha (SHU). Sebelum dibagi sudah dikenakan pajak, demikian juga setelah dibagi ke anggota, masih dikenakan pajak juga,” ujarnya.

Sementara itu, di Jepang dan NTUC Singapura, dikatakan menkop, malah membebaskan pajak pada koperasi. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015