Teknologi Agronomi Percepat Penciptaan dan Hilirisasi Inovasi Pertanian

Rabu, 19 Jul 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Badan Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pertanian menggandeng Perhimpunan Agronomi Indonesia (PERAGI) guna mempercepat penciptaan dan hilirisasi inovasi pertanian.

Kepala Balitbangtan Muhammad Syakir, mengatakan, tuntutan terhadap kebutuhan pangan untuk konsumsi masyarakat domestik dan dunia semakin meningkat.

Karena itu, saat ini dan ke depan setiap negara memiliki beban untuk pemenuhan kebutuhan pangan domestik, sekaligus menghadapi persaingan kuantitas dan kualitas produk di pasar internasional.

“Sektor pertanian harus mengambil peran sekaligus tampil kompetitif, tangguh dan ekspansif dengan menciptakan inovasi teknologi modern yaitu yang mampu menjawab tuntutan dan perkembangan lingkungan strategis domestik dan global terutama untuk pemenuhan kebutuhan berbagai jenis pangan,” ujarnya, di Jakarta, kemarin.

Menurutnya, pertanian harus dikelola dan tampil secara modern. Harus juga menjadi sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru. Caranya dengan memaksimalkan seluruh potensi sumberdaya pertanian yang ada.

“Targetnya memaksimalkan kesejahteraan petani, tercapainya swasembada pangan dan lumbung pangan dunia 2045,” tegasnya.

Peran tersebut tentu tidak hanya dibebankan kepada pemerintah, namun juga harus melibatkan berbagai pihak terutama perguruan tinggi, lembaga-lembaga riset dan organisasi profesi pertanian khususnya di bidang Agronomi.

“PERAGI mempunyai jaringan yang kuat pada seluruh Universitas di Indonesia di bidang Agronomi, dan Agronomi merupakan jurusan tertua di Fakultas Pertanian,” ungkapnya.

Pemuliaan, potensi genetik aspek budidaya, pascapanen, sosial ekonomi, bisa diciptakan Litbang Pertanian bersama PERAGI agar bisa dimanfaatkan oleh petani.

“Dengan kerjasama ini, diharapkan Peragi juga bisa melakukan percepatan dan membumikan hasil inovasi, sekaligus sebagai agen untuk menyebarkan inovasi teknologi yang dihasilkan,” ujar Dr. Muhammad Syakir. (tety)