Lebarkan Sayap, Delta Electronics Sasar Sumatera dan Kalimantan

Kamis, 20 Jul 2017

JAKARTA (Pos Sore) – Perusahaan energi dan elektronik terkemuka di dunia yang berbasis di Taiwan, Delta Electronics Systems Pte Ltd, berniat untuk melebarkan sayapnya di Indonesia, dengan rencana merambah pasar di Pulau Sumatera dan Kalimantan.

Dalam ajang pameran Indowater 2017 yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta Selatan, 12-14 Juli 2017, Business Development Manager Delta Electronics Systems Pte Ltd, Antonius Soetiono menjelaskan saat ini mereka baru memasarkan di Pulau Jawa saja.

“Rekanan distributor kita di Jakarta kan punya kantor di daerah lain, seperti Semarang, Surabaya, juga di beberapa tempat. Jadi fokus kita mau keluar Pulau Jawa. Area terdekat yang sedang kita kejar sih ke Sumatera dan Kalimantan,” kata Antonius.

Terkait produk, Antonius mengungkapkan bahwa Delta Electronics memiliki produk andalan yang telah mendapatkan penghargaan Taiwan Excellence, yakni inverter – AC motor drives CFP2000 yang sudah built-in dengan controller PLC program sebesar 10k step.

“Ini dirancang khusus untuk HVAC (heating, ventilation, and air-conditioning), fans (kipas) dan pumps (pompa), kemudian ada perlindungan IP55 and IP44 terhadap air dan debu/kotoran, kompatibel dengan BACnet dan MODBUS,” ujarnya.

Lebih lanjut Antonius memaparkan, bahwa fungsi utama dari inverter – AC motor drives yang diproduksi Delta Electronics adalah untuk menghemat energi. Untuk sistem distribusi air saja, energy yang bisa dihemat bisa mencapai 60-80 persen

“Dari semua keseluruhan energi yang biasanya dipakai dalam penyediaan air. Dengan mengadaptasi sistem tekanan berdasarkan zona dan fokus terhadap pusat tekanan, energi yang dihemat mencapai 25-40 persen,” tutur dia.

Kehadiran Delta Electronics di dunia, tambah Antonius, didukung oleh kantor penjualan di beberapa bagian di dunia. Seperti fasilitas manufaktur di India, Slovakia dan Thailand. Serta 10 badan riset dan pengembangan yang berlokasi di India, Thailand, dan negara lain.

Untuk di Indonesia, dia berpendapat bahwa kebutuhan industri air di Indonesia semakin meningkat lebih dari 10 persen dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Asia Development Bank, katanya pada tahun 2015 ada sekitar 15,8 m3/detik.

“Dan pada tahun 2020 proyeksi permintaan air akan mencapai 20,1 m3/detik. Sementara pada proyeksi tahun 2025 bisa mencapai 24,4 m3/detik. Dengan data itu kami melihat adanya pasar yang potensial untuk industri penanganan air di Indonesia,” tukasnya. (tety)