Hari Anak Nasional 2017, Menteri Yohana: Keluarga Berperan Beri Perlindungan pada Anak

Minggu, 23 Jul 2017

IMG-20170723-WA0115

JAKARTA (Pos Sore) — Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) menyelenggarakan Puncak Peringatan Hari Anak Nasional (HAN) pada 23 Juli 2017 di Pekanbaru, Riau.

Dalam Peringatan HAN 2017 bertema Perlindungan Anak Dimulai dari Keluarga, dengan pesan utama ‘Saya Anak Indonesia, Saya Gembira’ ini, Presiden Joko Widodo serta Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Yohana Yembise berinteraksi langsung dengan duduk bersama dengan anak-anak Indonesia.

Begitu ceria dan antusiasnya anak-anak bermain, mendengarkan dongeng dan menampilkan seni budaya bersama Presiden.

Peringatan HAN dimaknai sebagai kepedulian seluruh bangsa Indonesia terhadap perlindungan anak Indonesia agar tumbuh dan berkembang secara optimal.

Dengan mendorong keluarga Indonesia menjadi lembaga pertama dan utama dalam memberikan perlindungan kepada anak, akan menghasilkan generasi penerus bangsa yang sehat, cerdas, ceria, berakhlak mulia dan cinta tanah air.

Menurut Yohana, perlu adanya kesadaran yang dapat mendorong keluarga Indonesia agar memiliki pengasuhan yang berkualitas, berwawasan, keterampilan dan pemahaman yang komprehensif dalam pemenuhan hak dan perlindungan anak.

“Keluarga harus memastikan seorang anak mendapatkan hak-haknya dan perlindungan, sebagai contoh untuk memberikan anak infomasi layak anak, jauhkan dari konten negatif. Selanjutnya lindungi mereka dari segala bentuk kekerasan, narkoba, lingkungan atau pergaulan yang membuat tumbuh kembang mereka tidak baik,” ujar Yohana.

Ia menyatakan, tema HAN 2017 sangat relevan dengan kondisi terkini di tanah air. Saat ini, anak tidak hanya menjadi korban, namun tak jarang mereka juga sudah menjadi pelaku kejahatan.

Kasus kekerasan, baik yang menjadikan anak sebagai korban maupun sebagai pelaku, perlu dikaji secara mendalam dan dicarikan solusi terbaiknya. Dan, keluarga berperan untuk melindungi anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai.

“Kesimpulannya bahwa keluargalah yang mempunyai peran melindungi anak dengan memberikan pola asuh yang sesuai dengan prinsip yang digunakan dalam pembangunan Anak Indonesia,” imbuh Yohana.

Yohana berpesan kepada seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk merealisasikan dan implementasikan semua hak anak melalui kebijakan, program dan kegiatan yang secara langsung menyentuh dan melibatkan anak.

Ini agar anak secara langsung merasakan manfaatnya. Yang tak kalah penting, ciptakan suasana aman, nyaman bagi anak di lingkungan kita agar setiap anak dapat merasakan dan mengatakan “Saya Anak Indonesia, Saya Gembira”.

“Sehingga kita bisa mempersiapkan generasi penerus yang handal dan berkualitas sebagai calon pemimpin masa depan bagi bangsa Indonesia,” tandasnya. (*/tety)