Institut STIAMI Bertekad Cetak Aparatur Pajak yang Jujur dan Amanah

Minggu, 23 Jul 2017

IMG-20170723-WA0155

JAKARTA (Pos Sore) – Institut STIAMI menggelar ‘Gathering, Sharing & Caring’ dengan para peserta para mahasiswa dan alumni pascasarjana Magister Ilmu Administrasi Institut STIAMI.

Dalam event ini menghadirkan Sandiaga Uno, Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta, untuk memberikan ‘pembekalan’ bagaimana kontribusi mahasiswa dan alumni membangun Jakarta.

Direktur Pascasarjana Institut STIAMI Dr. Taufan Maulamin, SE, Ak, MM, mengatakan, mahasiswa dan alumni sebagian besar bekerja di bidang perpajakan. Karenanya, Institut STIAMI ingin mencetak aparatur pajak yang jujur dan amanah.

“Bocornya keuangan atau pengeluaran negara itu karena masih banyak aparat pajak yang tidak jujur dan tidak amanah,” tegasnya di sela pertemuan yang dihadiri sekitar 200 mahasiswa dan alumni, di Jakarta, Jumat (21/7) malam.

Sampai saat ini, kata Taufan, tingkat kebocoran pajak negara masih tinggi. Banyak kebocoran ini membuat pemasukan uang negara jadi tidak optimal. Dampaknya, Indonesia sulit maju dan bergantung pada hutang.

“Salah satu contohnya, bangunan 15 lantai tapi retribusi masuk kas negara untuk 5 lantai, sisanya masuk kantong pribadi. Ini banyak terjadi. Dan, saya sangat menyesalkan hal ini masih saja terjadi,” ungkapnya.

Karena itu, pihaknya mengajak mahasiswa dan alumni pascasarjana Institut STIAMI untuk membantu menyelamatkan kebocoran uang negara ini. Memperkecil kebocoran dan memperbesar pendapatan negara.

IMG_20170723_201248

“Kami ingin mendidik aparatur negara yang jujur dan amanah. Terlebih 85 persen alumni adalah ASN pajak dan sisanya 15 persen adalah non ASN atau pribadi,” tegasnya lagi.

Ia berpandangan, guna mempersempit ruang gerak aparatur nakal maka harus memutus mata rantai pertemuan orang dengan orang. Caranya, dengan menerapkannya secara online. Dan, ini sangat memungkinkan untuk diterapkan di Indonesia.

Institut STIAMI sendiri merupakan PTS pertama yang membuka program studi perpajakan. Sistem perkuliahan sesuai dengan kurikulum pajak serta network sesama para praktisi dan konsultan pajak.

“Pembahasan mendalam atas strategi di bidang pajak oleh dosen dan sesama peserta belajar yang merupakan praktisi di bidang pajak dan akuntansi, membuat program ini memiliki nilai yang lebih tinggi,” tambahnya.

IMG-20170723-WA0156

Terkait kehadiran Sandiaga Uno di pertemuan ini karena Wakil Gubernur terpilih DKI Jakarta ini mengenal dunia bisnis. Sandiaga Uno memberikan pandangannya bagaimana mahasiswa dan alumni Institut STIAMI berkontribusi membangun Jakarta secara ideal. Salah satunya, berkontribusi melalui sektor pendidikan.

Dalam paparannya, Sandiaga Uno mengatakan, peluang pemuda untuk ikut mengembangkan perekonomian di daerah maupun di level nasional cukup besar. Sebab, berdasarkan data World Bank yang dikutipnya, 50 persen penduduk Indonesia dan juga Jakarta berada di bawah 35 tahun.

“Ini menjadikan pemuda sebagai bonus demografi yang akan memastikan mereka dapat menjadi pemimpin, pengambil keputusan dan menjadi elemen-elemen penting dalam pembangunan bangsa,” terangnya. (tety)