22.9 C
New York
29/05/2020
Aktual

Penusuk Bakri Masih Buron

JAKARTA (Pos Sore) -– Jahudi alias Jodi, 21, pelaku penusukan Bakri, 32, warga Jalan Kalibaru Barat RT 13/04 Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, masih diburu. Sedangkan satu pelaku lainnya, Sapudi alias Apus, 32, berhasil ditangkap.

Informasinya, Bakri sebelum menghembuskan nafas terakhir sempat dilarikan ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Utara, namun nyawanya tidak tertolong akibat racun yang berasal dari duri ekor ikan pari milik sahabatnya sendiri.

Kapolsek Metro Cilincing, Kompol Ali Zusron menjelaskan peristiwa tersebut diawali dengan ditemukannya korban tergeletak di kawasan Pelelangan ikan Kalibaru, Cilincing, Jakarta Utara, kemarin.

Menurut saksi rekan korban, Ahmad Fajrin, 27, Syarif, 35, dan Menyeh, 30, saat ditemukan korban masih hidup sehingga dilarikan ke RSUD Koja. Tapi tidak lama kemudian korban meninggal dunia. Kasusnya kemudian dilaporkan ke polisi.

“Setelah menerima pengaduan atas kejadian tersebut sekitar pk 05:30 WIB, Tim Opsnal gabungan Polres Metro Jakarta Utara dan Reskrim Polsek Metro Cilincing, melakukan cek TKP dan memeriksa ketiga saksi yang menolong korban,” ujar Kapolsek kepada wartawan.

Kepada petugas para saksi menyebutkan kasus tersebut berawal dari pesta minuman keras yang digelar para buruh pelelangan ikan, termasuk korban dan kedua pelaku sekitar pk 01:00 WIB.

Awalnya, pesta minuman keras jenis angkur itu berlangsung menyenangkan, kedua pelaku, korban bersama-sama pemuda lainnya minum minuman keras hingga pk 03:00 WIB.

Namun, secara tiba-tiba terjadi cekcok mulut antara Bakri dengan Sapudi berkaitan dengan mengungkit-ungkit permasalahan masa lalu yaitu masalah bak ikan dan masalah sepeda motor serta pelaku memamerkan kepada korban kalau sekeluarga pernah membunuh orang.

“Selanjutnya terjadi perkelahian tangan kosong antara korban Bakri dengan Sapudi namun kejadian tersebut sempat dilerai oleh kawan-kawannya. Tapi, beberapa menit kemudian adik kandung pelaku datang dan langsung menusuk korban dengan menggunakan ekor ikan pari yang beracun,” ucapnya.

Melihat korban jatuh akibat luka tusuk dan mengalami pendarahan, kemudian korban dilarikan ke RSUD Koja oleh Ahmad Fajrin pakai motor. Namun sayang, nyawanya tidak terselamatkan, akibat racun.

“Segera setelah mendapatkan info dari beberapa saksi-saksi di TKP, selanjutnya sekira pk 06:20 WIB salah satu pelaku, Sapudi alias Apud ditangkap. Sementara adiknya, Jahudi alias Jodi masih dalam pengejaran,” jelasnya.

“Diketahui, pelaku sapudi alias Apud merupakan DPO kasus pembunuhan yg terjadi tahun 2007, saat itu Kasus ditangani Sat Reskrim Polres Pelabuhan Tanjung Priok,” tambahnya.

Polisi menyita sebuah buntut atau ekor ikan pari beracun yang sudah diruncingkan dan pakaian korban. Para pelaku pun dijerat Pasal 338 KUHP tentang penganiayaan hingga menyebabkan kematian dengan ancaman hukuman lebih dari 15 tahun penjara. (marolop)

Related posts

The 2nd variance is the fact that adults and older adolescents are eager pupils.

Tety Polmasari

Desain Komunikasi Visual IKJ Gelar Pameran ’28 BIKINI ‘

Tety Polmasari

Ketua MPR RI Minta Jokowi Segera Selesaikan Konflik Papua

Akhir Tanjung

Leave a Comment