Arsip Gus Dur Kini Tersimpan di ANRI

Rabu, 2 Agu 2017

IMG_20170802_103622

JAKARTA (Pos Sore) – Sinta Nuriyah Wahid – istri Presiden Abdurrahman Wahid periode 1999-2001, menyerahkan secara langsung arsip-arsip Presiden yang akrab disapa Gus Dur, kepada Kepala Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) Mustari Irawan.

“Arsip-arsip yang diserahkan sebanyak 180 album dengan jumlah 14.116 lembar arsip foto,” sebut Sinta Nuriyah Wahid saat ditemui usai acara, di Gedung ANRI, Jakarta, Rabu (2/8).

Ia mengatakan, arsip-arsip yang diserahkan antara lain pengangkatan dan pengambilan sumpah/janji Presiden RI ke-4 KH. Abdurahman Wahid dan penyerahan hasil-hasil sidang umum Majelis
Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI kepada Presiden RI ke-4.

“Selain itu, terdapat pula arsip-arsip mengenai kunjungan kerja kepresidenan dalam dan luar negeri,” katanya.

Sementara itu, Kepala ANTI Mustari Irawan, menambahkan, penyerahan arsip Presiden RI ke-4 KH. Abdurahman Wahid ini bagian program kerja ANRI dalam rangka penyelamatan arsip kepresidenan.

“Penyelamatan Arsip Kepresidenan ini bertujuan untuk dapat dilestarikan di ANRI dan dimanfaatkan seluas-luasnya untuk kepentingan kebangsaan, kemasyarakatan, pemerintahan, dan pembangunan,” tuturnya.

Menurutnya, hal itu sejalan dengan salah satu tugas penting yang diemban ANRI sebagai lembaga negara. Salah satu tugasnya menyelamatkan arsip statis, yakni arsip yang memiliki nilai guna kesejarahan dari perjalanan negara dan bangsa Indonesia.

Gus Dur dikenal sebagai putera tokoh Nahdlatul Ulama, Wahid Hasyim. Beliau pernah menjabat sebagai Ketua Umum PBNU (1984-1999), dan Ketua Forum Demokrasi (1990).

Gus Dur juga pernah menjabat Ketua Konferensi Agama dan Perdamaian Sedunia (1994), anggota MPR (1999), Presiden RI (20 Oktober 1999-24 Juli 2001), dan Ketua Dewan Syuro Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Bapak Bangla ini juga dijuluki sebagai Bapak pluralisme karena perjuangannya untuk mewujudkan plurarisme di Indonesia.

“Beliau sangat menghargai keberagaman dalam berbagai hal, terutama keberagaman suku, agama, dan ras,” ungkap Mustari.

Guna melengkapi khazanah arsip Gus Dur, rencananya Tim Sejarah Lisan ANRI akan mewawancarai Ibu Sinta Nuriyah Wahid. Wawancara akan menggali seputar kehidupan Gus Dur. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015