Komite Akreditasi Nasional Tetapkan Batan sebagai Lembaga Sertifikasi Person

Kamis, 3 Agu 2017

IMG_20170803_093756

JAKARTA (Pos Sore) —
Pusat Standarisasi dan Mutual Nuklir (PSMN) Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) ditetapkan sebagai Lembaga Sertifikasi Person (LS Person) oleh Komite Akreditasi Nasional (KAN).

Kepala Badan Standardisasi Nasional (BSN) sekaligus Ketua KAN Bambang Prasetya, berkesempatan menyerahkan sertifikat LSP (Lembaga Sertifikasi Person) 010-IDN kepada kepala BATAN (Badan Tenaga Nuklir Nasional) Djarot Sulistyo Wisnubroto di Sela peluncuran LSP BATAN dan Temu Pelanggan 2016 Pusat Standardisasi dan Mutu Nuklir, di Kawasan Nuklir Batan, Pasar Jumat, Kamis (3/8)

Sertifikasi personel merupakan salah satu cara memberikan jaminan bahwa personel yang memiliki sertifikasi telah memenuhi persyaratan dan skema sertifikasi yang ditentukan.

Selain itu, tujuan sertifikasi personel adalah memberikan kepercayaan kepada seluruh stakeholders bahwa personel yang tersertifikasi telah memenuhi persyaratan dan sesuai dengan kompetensi yang ditentukan.

Kepala BATAN, Djarot menjelaskan, sertifikasi ini mampu meningkatkan keyakinan dan kepercayaan yang diberikan oleh LSP dengan menunjukkan ketidakberpihakan dan kompeten terhadap pemenuhan persyaratan.

“Dengan adanya LSP ini mampu meminimalisir adanya keraguan atau ketakutan dari masyarakat akan sdm dari BATAN,” katanya.

LSP BATAN telah memenuhi dan berkinerja sesuai dengan persyaratan dalam SNI ISO/IEC 17024:2012 – Penilaian Kesesuaian Persyaratan untuk LS Person pada tanggal 24 Mei 2017 untuk ruang lingkup Sertifikasi Personel Radiografi Level 1 dan Level 2, yang mengacu pada SNI ISO 9712:2014 “Uji Tak Rusak – Kualifikasi dan Sertifikasi Personel”.

Hingga saat ini LSP BATAN telah memberikan sertifikasi sebanyak 3.881 orang untuk radiografi.

Kepala BSN menjelaskan, skema akreditasi KAN untuk lembaga sertifikasi person telah diakui di kawasan Asia Pasifik. KAN dari Indonesia bersama dengan IAS dan ANSI dari Amerika Serikat merupakan badan akreditasi pertama yang mendapat pengakuan internasional untuk akreditasi lembaga sertifikasi person melalui PAC MLA.

“Perkembangan isu strategis dan dinamika tuntutan di era global dan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) mensyaratkan bahwa sertifikasi personel harus dilakukan oleh lembaga sertifikasi yang terakreditasi dengan adanya legalitas dari LSP dinyatakan kompeten, diperlukan pengakuan dari internasional,” kata Bambang.

Bambang menerangkan pengakuan formal ini tidak hanya di level nasional, tetapi di tingkat level internasional karena telah memenuhi persyaratan yang tinggi dalam standar. “Saya sangat mendorong adanya LSP yang berbasis science technology.”

Menurutnya, dengan semakin banyaknya LSP yang telah tersertifikasi, maka akan menghasilkan SDM yang unggul dan berkompeten sehingga semakin banyaknya tenaga kerja yang bisa diakui secara internasional.

Kepala Pusat Standarisasi dan Mutual Nuklir (PSMN) Budi Santoso, menambahkan, sertifikasi personel BATAN memiliki tugas dan fungsi dalam melaksanakan sertifikasi personel di bidang ketenaganukliran yang mencaup personel radiografi, petugas dan supervisor iradiator, petugas analisis aktivasi neutron, dan petugas radioisotop dan senyawa bertanda.

“Dengan telah diraihnya akreditasi ini, diharapkan menjadi salah satu infrastruktur kelembagaan nasional dalam hal standardisasi dan penilaian kesesuaian, dan merupakan satu-satunya LSP di Indonesia dalam lingkupnya,” katanya. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015