Giwo Rubianto: “Laksamana Malahayati Insyaallah Tahun Ini Dianugerahi Pahlawan Nasional”

Selasa, 8 Agu 2017

JAKARTA (Pos Sore) -- Kongres Wanita Indonesia (Kowani) menggelar Musyawarah Kerja Kowani yang dibuka Menteri Sosial Khofifah Indar Parawangsa, di gedung Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhanas), Jakarta, Selasa (8/8).

Ketua Umum Kowani Dr. Ir. Giwo Rubianto Wiyogo, M.Pd. mengatakan, kehadiran Menteri Sosial dalam Musyawarah Kerja kali ini karena beberapa program kerja Kowani berkaitan erat dengan bidang sosial.

Salah satunya terkait usulan seorang wanita menjadi pahlawan nasional. Kowani sangat prihatin saat ini baru 12 pahlawan nasional perempuan.

Angka ini tak lebih dari 8 persen dari total pahlawan nasional. Padahal fakta sejarah membuktikan banyak perempuan Indonesia yang patut dijadikan pahlawan nasional.

“Nah Kowani sebagai wadah perjuangan perempuan punya semangat untuk mengusulkan kepada pemerintah melalui Kemensos. Siapa lagi yang mengusulkan kalau bukan kaum perempuan itu sendiri. Dan, Insyaallah tahun ini ada hasilnya karena Mensos juga memiliki keprihatinan yang sama,” ungkapnya.

Usulan Kowani agar Laksamana Malahayati dianugerahi gelar pahlawan nasional, dikatakan Giwo, membuahkan hasil. Diharapkan penganugerahan ini disematkan pada momentum 10 November 2017 bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Malahayati, perempuan asal Aceh, dikenal sebagai salah satu laksamana perempuan pertama di dunia yang memimpin sekitar 100 kapal perangn dengan kekuatan puluhan ribu pasukan ‘inong bale’ (para janda perang).

Ia juga dikenal sebagai tokoh pemberani, mampu membangkitkan semangat pasukan, ahli strategi dan diplomasi. Pada 1585-1604, ia memegang jabatan Kepala Barisan Pengawal Istana Panglima Rahasia dan Panglima Protokol Pemerintah dari Sultan Saidil Mukammil Alauddin Riayat Syah IV.

Komisi X DPR sendiri secara bulat merekomendasikan kepada pemerintah untuk menetapkanĀ Laksamana Malahayatisebagai pahlawan nasional saat peringatan Hari Pahlawan Nasional 10 November 2017.

Kehadiran Mensos juga karena Kowani sudah menjalin kesepakatan dengan Kementerian Sosial. Terutama menyangkut untuk melakukan pendampingan sosial, pendampingan kasus anak yang mengalami kekerasan, atau kasus anak yang perlu pendampingan dan perlindungan.

“Kowani juga selalu disupport oleh Kemensos dalam memberikan bantuan sosial dan menyalurkannya kepada masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya. (tety)