Merdeka dari Kanker Serviks, Lakukan Deteksi Dini

Senin, 14 Agu 2017

TANGERANG (Pos Sore) — Deteksi dini menjadi langkah penting bagi wanita tercegah dari kanker serviks. Sebagian besar wanita yang terkena kanker mulut leher rahim ini berobat dalam kondisi stadium lanjut.

“Karena tidak melakukan deteksi dini, lumayan banyak pasien datang dalam keadaan stadium lanjut,” ungkap dr. Dyana Safitri Velies, Sp.OG, M.Kes, dalam seminar bertema ‘Merdeka dari Kanker Serviks’, yang diadakan RS Siloam Lippo Village Karawaci, Tangerang, Sabtu (12/8).

Di hadapan ratusan peserta penyuluhan kesehatan yang hadir, Dyana Safitri Velies mengungkapkan, tak lebih dari 10 pasien baru datang untuk berkonsultasi di RS Siloam Lippo Village Karawaci, terkait kesehatan mulut rahim setiap bulannya.

“Sementara sisanya datang setelah terinveksi pada stadium 3 ke atas,” ujarnya.

Penyebabnya juga bukan semata-mata karena tidak melakukan deteksi dini, tetapi juga sebab adanya pemahaman yang salah di masyarakat.

Ada paradigma yang salah yang beredar di masyarakat, bahwa kanker serviks hanya terjadi pada wanita usia lanjut. Tak heran, kebanyakan  wanita yang datang ke dokter sudah menderita kanker serviks masuk stadium lanjut.

“Perlu diketahui  untuk kanker serviks terjadi pada wanita dengan segala usia. Untuk itu pemeriksaan pap smear perlu dilakukan sejak awal,” tegasnya.

 

Dikatakan, sekitar 70-75 persen, mereka yang aktif secara seksual berpotensi  tinggi meningkatkan kankers serviks yang disebabkan oleh Human papilloma virus (HPV) — virus pencetus kanker serviks.

Guna pencegahan dan penanganan, Dyana Safitri mengatakan, ada beberapa cara yang dapat dilakukan. “Ada IVA, papsmear, dan terbaru HPV DNA. Deteksi dini ini juga bisa dilakukan mulai dari puskesmas, jadi masih sangat terjangkau untuk tetap sehat,” tambahnya.

Pemeriksaan pap smear dilakukan secara berkala atau rutin. Ada dua waktu yang baik untuk melakukan tes pap smear. Pertama, saat perempuan  berusia di bawah  14 tahun dengan rentang waktu 6 dan 12 bulan.

Kedua, tiga kali pap smear bagi mereka  di atas usai 14 tahun  dengan rentang waktu 0-2-6, yakni saat pertama kali, dua bulan kemudian dan 6 bulan kemudian.

“Di RSU Siloam, dalam satu bulan tidak sampai 10 wanita yang ingin melakukan deteksi dini dengan melakukan pap smear,“ ujar Dyana saat menjadi pembicara di hadapan sekitar 200 peserta yang didominasi kaum perempuan, itu.

Perlu diketahu, inveksi  pada kanker rahim membutuhkan rentang waktu antara 20-30 tahun.  Adapun upaya pencegahan yang bisa dilakukan, antara lain jangan berhubungan seksual saat remaja, setia pada satu pasangan,  gunakan pelindung dan terapkan pola hidup sehat.

Ia memaparkan, ada beberapa macam upaya pencegahan dan pengobatan kanker serviks. Pertama, pencegahan primer dengan vaksin HVP untuk kekebalan tubuh atau mengkonsumsi tablet khusus.

Kedua, pencegahan sekunder bagi yang terinveksi dengan pemeriksaan DNA HVP dan papsmear. Dan, ketiga, pengobatan tersier bagi yang sudah terkena kanker seperti operasi, radiasi, kemoterapi dan kemo-radiasi. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015