Marak Penyalahgunaan Obat Psikotropika, Ini Sikap Ikatan Dokter Indonesia

Kamis, 17 Agu 2017

JAKARTA (Pos Sore) — Ikatan Dokter Indonesia (IDI), yang di dalamnya juga terdapat Perhimpunan Dokter Spesialis Kedokteran Jiwa Indonesia (PDSKJI), menyesalkan telah terjadinya penyalahgunaan obat-obat psikotropika yang begitu massif.

Tertangkapnya sejumlah artis terkait penyalahgunaan obat psikotropika, memunculkan keresahan di masyarakat. Bagaimana bisa penggunaan obat yang harus berdasarkan resep dokter begitu bebas dikonsumsi.

“Obat-obatan psikotropika termasuk dalam obat-obat yang wajib diperoleh menggunakan resep dokter,” tegas Sekretaris Jenderal PB IDI dr. Moh. Adib Khumaidi, SpOT, dalam discuss publik, di kantor PB IDI, Jakarta, Selasa (15/8).

Ia menegaskan, obat dari jenis psikotropika, dan juga narkotika, memiliki sifat adiktif. Jika tidak dikendalikan bisa berdampak menjadi tidak terkendali sehingga terjadi penyimpangan atau penyalahgunaan dan ketergantungan.

IDI pun mengimbau kepada masyarakat untuk memahami risiko penyalahgunaan obat-obatan psikotropika dan narkotika yang diperoleh tanpa menggunakan resep dokter. Ketergantungan terhadap obat-obatan ini akan memberikan dampak negatif baik fisik maupun mental.

Selain itu, pasien yang mendapatkan obat khususnya jenis psikotropika dari dokter atau apotek, untuk membawa kantong obat dari apotek. Label pada kantong apotek berisi nama apotek, pasien, dan dosis pemberian per hari.

“Membawa obat dengan cara tersebut akan terlindungi secara hukum. Bila diperlukan, asal usul obat bisa ditelusuri ke apotek yang mengeluarkan, agar dapat dicocokkan dengan resep dokter,” ujar Adib.

Dengan cara itu bisa pula diteliti lebih lanjut apakah resep dokter cocok dengan rekam medis atau medical record di mana dokter berpraktik.

IDI juga mendesak Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) untuk meningkatkan pengawasan peredaran obat-obat psikotropika dan narkotika. Selain itu, memantau pengeluarannya dari apotek berdasarkan resep dokter.

Pengawasan ini juga perlu dilakukan terhadap penjualan-penjualan melalui media daring.

“IDI bersama Ikatan Apoteker Indonesia selaku organisasi profesi siap meningkatkan kerja sama dalam pengawasan pengeluaran obat-obat resep melalui sistem interaksi dokter-apoteker,” kata Adib. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015