Smart Hospital Tantangan Bagi Rumah Sakit di Era JKN

Selasa, 22 Agu 2017

IMG_20170822_110154

JAKARTA (Pos Sore) — Asosiasi Rumah Sakit Swasta Indonesia (ARSSI) kembali menyelenggarakan Seminar Nasional IV dan HealthCare Expo III. Tema yang diangkat dalam kegiatan ini yaitu ‘Smart Hospital Tantangan Bagi Rumah Sakit di Era Universal Health Coverage’.

“Perubahan saat ini sangat cepat sekali rumah sakit harus adaptif. Kami dituntut lakukan efisiensi yang didukung sistem informasi integrasi dan komprehensif yang tercover JKN. Mempersiapkan smart dan safety perlu waktu persiapkan,” papar Ketua Umum ARSSI Drg. Susi Setiawaty, MARS, di Jakarta, Selasa (22/8).

Itu sebabnya, tema tersebut diangkat guna menekankan rumah sakit harus mempunyai strategi menjadi rumah sakit yang smart dan safety. Di antaranya, melalui pelayanan yang bermutu dan safety, sarana prasarana dan perbekalan yang ramah lingkungan, serta operasional rumah sakit yang efektif dan efisien.

“Sehingga diharapkan rumah sakit dapat mempersiapkan diri dalam menghadapi tantangan gobalisasi dan Universal Health Coverage (UHC),” tegasnya.

Dikatakan, rumah sakit harus mempersiapkan diri agar tetap menjadi rumah sakit pilihan bagi masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan. Kebanyakan rumah sakit pilihan adalah rumah sakit yang memberikan layanan terbaik hampir di seluruh layanan.

“Untuk menjadi rumah sakit pilihan memang tidak mudah, tetapi dapat terjadi bila semua pimpinan dan staf berkomitmen untuk mewujudkan menjadi rumah sakit pilihan,” tegasnya.

Terlebih mulai tahun 2019, negara mewajibkan seluruh rakyat terjamin di dalam Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) melalui Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan. Begitu pula layanan untuk peserta Kartu Indonesia Sehat (KIS).

Hal itu menjadi tantangan tersendiri bagi rumah sakit swasta untuk berkomitmen memenuhinya. Data RS swasta di Kementerian Kesehatan, mencapi 1719 rumah sakit. Dan sebanyak 1250 di antaranya sudah bekerja sama dengan JKN

Ketua Umum Pengurus Pusat Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (Persi), Prof Kuntjoro, menjelaskan, banyak tantangan yang harus dihadapi di tengah semangat JKN dan Masyarakat Ekonomi Asean (MEA).

“Di era JKN, rumah sakit dituntut efisien. Rumah sakit yang akan menang itu yang efisien. Apa saja itu? Misalnya gudang obat yang baik, kalau perlu tak ada gudang. Obat beli dengan fast moving,” ungkapnya.

Efisiensi lainnya, kata dia, seperti listrik, air, dan pembelian obat. Kemudian berbagai tantangan lain bagi rumah sakit swasta misalnya menyediakan sarana dan prasarana ruangan ICU.

“Pembelian obat masih jadi PR. Misalnya penyakit kanker, sampai kapan sih kanker tak bisa diobati lagi, hanya pertahankan hidup pasien jika sudah stadium tinggi dan lainnya. Banyak berbagai hal efisiensi dilakukan,” jelas Kuntjoro.

Menurutnya, efisiensi di era JKN bukan berarti memotong segala kualitas. Contohnya dengan memanfaatkan teknologi IT, sehingga pasien datang melakukan pendaftaran dengan cara yang mudah. (tety)