14 Polisi Narkoba Mendapat Penghargaan

Kamis, 24 Agu 2017

JAKARTA (Pos Sore) -– Dianggap berprestasi membongkar jaringan peredaran narkoba ke rumah tahanan (rutan) Polda Metro Jaya 14 anggota polisi Direktorat Reserse Narkoba Polda Metro Jaya mendapat penghargaan. Mereka membasmi penyelundupan narkoba itu dalam kurun waktu lima bulan.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombes Pol Nico Afinta menjelaskan 14 anak buahnya itu berhasil mumutus mata rantai keluar masuknya narkoba ke dalam rutan yang selama ini dilakukan oleh orang-orang berkedok sebagai pengunjung yang mengaku sebagai keluarga, teman bahkan pacarnya tahanan.

“Pada hari ini Direktorat Reserse Narkoba bersama-sama dengan Direktorat Perawatan Tahanan dan Barang Bukti (Tahti) mengevaluasi dan melihat kinerja anggota jaga yang ada di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya,” ujar Kombes Pol Nico di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (24/8).

Mereka yang mendapat penghargaan yakni Bripka Agung Irwanto, Brigadir Samuel Ginting, Brigadir Rahmat Bijakseno, Brigadir Hadi Winarso, Brigadir Kuncoro Pandu Arianto, Bripka Marcos, Bripka Heri Supratman, Brigadir Febriyanti Lubis, Bripka Yuwel Gito, Brigadir Hisar Maradona Halomoan, Bripka Himawan Sutanto, Bripka Saifuddin, Bripka Sumardiyanto dan Bripka Agung Kade Widyatmikam‎.

Berkat kelihaian dan insting tajam yang dimiliki mereka, penyelundupan narkoba ke rutan maupun Lapas di seluruh Mapolres di Jakarta dapat dibongkar. Atas dasar itu pula, ia pantas diapresiasi sekaligus dapat memotivasi anggota yang lainnya.

“Dan untuk itu, kami memandang perlu memberikan penghargaan kepada petugas-petugas yang telah melaksanakan tugasnya dengan baik,” ungkapnya.

Menurutnya, upaya penyelundupan narkoba ke dalam Rumah Tahanan (Rutan) Polda Metro Jaya masih sering terjadi. Pelaku berpura-pura sebagai pembesuk berupaya menyelundupkan narkoba kepada para tahanan dengan modus disembunyikan dalam barang bawaan mereka, seperti makanan dan sebagainya.

“Dalam pemeriksaan, ditemukan ada sejumlah narkotika yang diselipkan di dalam makanan dan di dalam pakaian. Penemuan tersebut langsung dilimpahkan ke kami untuk disidik,” tuturnya.

Dikatakannya, kebanyakan narkoba yang berusaha dimasukkan ke dalam Rutan Polda Metro Jaya adalah jenis sabu-sabu. Biasanya sabu-sabu yang dibawa rata-rata sebanyak 1-5 gram.

“Tak lebih dari itu, karena kelihatannya untuk konsumsi, untuk dipakai di dalam saja,” tutupnya. (marolop)