Menpar: Kulonprogo Festival Sejahterakan Masyarakat Sekitar

Minggu, 27 Agu 2017

IMG_20170825_154221

JAKARTA (Pos Sore) — Menteri Pariwisata Arief Yahya bersama Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo meluncurkan Kulonprogo Festival (Kulfest) mengangkat tema ‘Kampoeng Nusantara’. Festival tersebut berlangsung di Bendung Khayangan, Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta, pada 24 – 26 November 2017.

Penyelenggaraan festival seni budaya yang memadukan kualitas kebudayaan otentik (old ideas) dengan interprestasi modern (new interpretation) tersebut sebagai sarana efektif dalam mempromosikan dan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Kabupaten Kulonprogo sekaligus memperkenalkan branding daerah ‘The Jewel of Java’.

Branding ini melengkapi branding destinasi pariwisata Jogja-Solo-Semarang (Joglosemar) ‘java cultural wonders’, yang belum lama ini diluncurkan bersama branding baru 9 destinasi lainnya, dalam upaya menyelaraskan dengan nasional branding Wonderful Indonesia dan Pesona Indonesia.

Menpar Arief Yahya mengapresiasi penyelenggaraan even Kulfest Kampoeng Nusantara. Even ini dinilainya sebagai sarana promosi pariwisata serta menjadi bagian memperkuat unsur 3A (Atraksi, Amenitas, dan Aksesibilitas). Di antaranya, percepatan pembangunan Bandara internasional baru Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta di Kabupaten Kulonprogo.

“Penyelenggaraan event Kulfest Kampoeng Nusantara sebagai upaya memperkuat unsur atraksi, sedangkan hadirnya bandara baru Yogya akan memperkuat aksesibilitas, dan diikuti dengan penguatan amenitas yang semuanya ini akan meningkatkan kunjungan wisatawan ke Yogyakarta khususnya di Kabupaten Kulonprogo,” kata Arief Yahya, di Jakarta, Jumat (25/8).

Dikatakan, event festival seni budaya ini harus berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat setempat. Terlebih event seni budaya sebagai upaya melestarikan dan mengembangan seni budaya masyarakat. Hal ini sejalan dengan prinsip pariwisata ‘semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan’.

Kabupaten Kulon Progo yang masuk dalam wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta, menurut Hasto Wardoyo, dalam era globalisasi diharapkan dapat mengembangkan daerahnya dan manusianya. Selain itu, mampu menjadi etalase dalam menampilkan ragam seni budaya dari daerah lain di Tanah Air melalui kegiatan perayaan seni budaya Indonesia yang berkesinambungan.

Bupati Kulonprogo Hasto Wardoyo mengatakan, penyelenggaraan Kulfest Kampoeng Nusantara ini hasil kerjasama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kulonprogo dengan pihak penyelenggara Damar Nusantara Tama (DNT) serta didukung oleh Kemenpar dan para seniman dari berbagai negara.

“Acara ini dikelola oleh orang–orang profesional dan berpengalaman. Kami bekerja keras untuk dapat menyuguhkan nuansa yang berbeda, baik dari kemasan acaranya, para pengisi acara dari dalam dan luar negeri, maupun isi acara yang variatif ke dalam program untuk mempertahankan festival ini sebagai salah satu acara yang utama di kalender event Kulonprogo,” kata Hasto Wardoyo.

Menurut maestro tari Didik Ninik Thowok, penyelenggaraan Kulfest Kampoeng Nusantara ini akan meningkatkan ketahanan budaya Indonesia yang memiliki akar tradisi kesenian dan kebudayaan yang sangat kuat.

“Semua tarian kreasinya selalu mengambil inspirasi dari tarian di seluruh Nusantara. Kegiatan pelestarian ini diharapkan agar kebudayaan Indonesia bisa diapresiasi masyarakat di Tanah Air juga seluruh dunia,” kata seniman tari yang piawai dalam menggabungkan tari tradisional, modern, dan komedi ke manca negara, ini.

Penyelenggaraan event Kulfest Kampoeng Nusantara yang berlangsung selama tiga hari itu akan dimeriahkan dengan pertunjukan seni budaya tari, musik, dan berbagai kompetisi seperti fotografi, film, kerajinan, dan kuliner. (tety)

Populer
Terkomentari
Bertekad Terus Berjuang
Prabowo: Jangan Jadikan RI Jadi Pesuruh Asing
Jumat, 22 Agustus 2014
Yang Muda Yang Berprestasi
‘Drizzle’ Gebrak Blantika Music Thrash Metal Di Bekasi
Minggu, 2 Maret 2014
ie_osh Batik Terobos Pasar Dunia
Sabtu, 22 Maret 2014
Dinilai Tak Mampu Dongkrak Daya Saing Industri
Jokowi Diminta Copot Saleh Husin
Senin, 8 Juni 2015
Tiga SKPD di Tasikmalaya Saling Tuding
Keberadaan Gudang Meresahkan Warga
Kamis, 8 Oktober 2015